kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   -20.000   -0,75%
  • USD/IDR 18.125   38,00   0,21%
  • IDX 6.038   113,48   1,92%
  • KOMPAS100 788   17,25   2,24%
  • LQ45 602   13,12   2,23%
  • ISSI 207   3,32   1,63%
  • IDX30 341   7,10   2,13%
  • IDXHIDIV20 423   9,63   2,33%
  • IDX80 90   2,01   2,29%
  • IDXV30 114   2,10   1,87%
  • IDXQ30 109   1,94   1,81%

Ahok: Sita saja semua harta mereka


Senin, 28 Oktober 2013 / 11:03 WIB
ILUSTRASI. Umbul Sidomukti sebagai salah satu tempat wisata di Semarang.


Reporter: Dikky Setiawan | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Memperingati Hari Sumpah Pemuda, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bicara mengenai fenomena pemuda yang terlibat praktik korupsi dan lemahnya penegakan hukum terhadap pelaku Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Menurut Basuki, seharusnya penegakan hukum memberikan efek jera terhadap pelaku Tipikor, namun itu justru berbanding terbalik di Indonesia.

"Ya, tidak pernah ada saja hukumannya. Misalnya, kalau hukumannya digantung di Monas, takut orang," ujar Basuki seraya tersenyum, ketika dimintai tanggapan soal banyaknya pemuda yang korupsi, usai menghadiri upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda di IRTI Monas, Jakarta Pusat, Senin (28/10/2013).

Mantan Bupati Belitung Timur menuturkan, hukuman mati bukanlah satu-satunya cara memberikan efek jera kepada pelaku Tipikor. Menurutnya, cara memiskinkan bisa jadi senjata bagi penegak hukum.

"Kalau mau, ya sita saja semua harta mereka," usulnya.

Ucapan Basuki terkait koruptor digantung di Monas, pernah dilontarkan mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, yang kala itu membantah terlibat kasus korupsi proyek Hambalang.

"Saya yakin. Satu rupiah saja Anas Korupsi di Hambalang, gantung Anas di Monas," tutur Anas, 9 Maret 2013 silam. (Tribunnews.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×