kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.040   40,00   0,22%
  • IDX 5.756   -184,81   -3,11%
  • KOMPAS100 759   -26,85   -3,42%
  • LQ45 573   -15,86   -2,69%
  • ISSI 199   -6,72   -3,26%
  • IDX30 326   -8,30   -2,49%
  • IDXHIDIV20 404   -7,92   -1,92%
  • IDX80 86   -2,82   -3,18%
  • IDXV30 110   -3,07   -2,71%
  • IDXQ30 105   -2,46   -2,28%

Ahok klaim sudah penuhi permintaan buruh


Kamis, 27 November 2014 / 16:19 WIB
ILUSTRASI. Manfaat Tawas untuk Ketiak


Sumber: Kompas.com | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Gubernur DKI Jakarta Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama heran dengan sikap buruh yang tidak puas dengan upah minimum provinsi (UMP) DKI Jakarta sebesar Rp 2,7 juta. Meski jumlah tersebut tak sesuai dengan tuntutan buruh yang menginginkan besaran UMP Rp 3 Juta, Ahok mengaku telah memenuhi segala item yang diinginkan oleh buruh.

"Saya setuju yang mereka minta. Misalnya jumlah air mineral ditambah hitungan tepung terigu diganti mi instan, saya penuhi, saya naikkan. Jadi yang masih mempermasalahkan kualitas (item) itu siapa?" ujar Basuki seusai mengikuti rapat kerja gubernur forum kerja sama daerah "Mitra Praja Utama", Kamis (27/11).

Seperti diberitakan, para buruh menggelar unjuk rasa di depan Balaikota Jakarta pada Rabu (26/11). Mereka meminta Ahok meninjau ulang besaran UMP DKI 2015 yang dianggapnya terlalu kecil untuk ukuran biaya hidup di Jakarta.

Salah seorang perwakilan buruh dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia, Daeng, menilai seharusnya UMP DKI Jakarta bisa lebih tinggi lagi, mengingat daerah-daerah di sekitarnya pun sudah hampir menyentuh angka Rp 3 juta.

"Kami kecewa teman-teman di daerah sudah Rp 2,9 juta semua. Karawang saja Rp 2,9 juta. Depok sekarang Rp 2.705.000, tinggian Depok. Kami dibuat malu sama daerah-daerah penyangga," kata Daeng.

Sebagai informasi, Ahok menetapkan besaran UMP DKI 2015 pada pekan lalu. Besaran UMP DKI 2015 meningkat dari tahun sebelumnya yang berjumlah Rp 2,4 Juta. (Alsadad Rudi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×