kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.768.000   18.000   0,65%
  • USD/IDR 17.764   20,00   0,11%
  • IDX 6.502   -24,02   -0,37%
  • KOMPAS100 848   -1,25   -0,15%
  • LQ45 642   -2,64   -0,41%
  • ISSI 228   -0,01   0,00%
  • IDX30 359   -1,39   -0,39%
  • IDXHIDIV20 437   -0,21   -0,05%
  • IDX80 97   -0,26   -0,27%
  • IDXV30 121   0,35   0,29%
  • IDXQ30 114   -0,45   -0,40%

Ahok: Ada mafia tanah di bantaran Ciliwung


Kamis, 20 November 2014 / 11:49 WIB
ILUSTRASI. 5 Cara Menurunkan Berat Badan Sebelum Sarapan di Pagi Hari.


Sumber: TribunNews.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Pembangunan sodetan Kali Ciliwung ke Kanal Banjir Timur (BKT) masih terkendala pembebasan lahan. Gubernur DKI Jakarta mengendus adanya mafia-mafia tanah yang bermain sehingga merugikan masyarakat yang melepas tanahnya untuk pembangunan sodetan.

"Itu juga kita ada mafia-mafia tanah yang bermain, saya mau pastikan tidak ada oknum pejabat terlibat. Kasihan kan warga. Makanya selalu nego," ungkap pria yang akrab disapa Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (20/11/2014).

Dikatakan dia, warga yang sudah ikhlas merelakan tanah dan bangunan digunakan untuk pembangunan sodetan harus mendapat bayaran yang betul. Ia ingin sebelum warga pindah uang sudah diberikan terlebih dahulu.

"Saya maunya warga yang sudah ikhlas harus dibayar yang benar. Bayar duluan sebelum mereka pindah supaya dia bisa beli rumah, tanah di tempat lain," ungkapnya.

Dikatakan mantan Bupati Belitung Timur ini, yang terjadi selama ini justru dieksekusi terlebih dahulu rumah dan tanahnya baru dibayar.

"Selama ini disikat dulu kan, sudah disikat, mesti lewat calo juga minta uangnya. kan kurang ajar," ucapnya. (Adi Suhendi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×