kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   7.000   0,25%
  • USD/IDR 16.902   -19,00   -0,11%
  • IDX 7.302   195,28   2,75%
  • KOMPAS100 1.013   35,14   3,59%
  • LQ45 746   24,04   3,33%
  • ISSI 258   9,10   3,66%
  • IDX30 407   13,79   3,51%
  • IDXHIDIV20 510   21,50   4,40%
  • IDX80 114   3,88   3,53%
  • IDXV30 138   3,76   2,79%
  • IDXQ30 133   5,61   4,40%

ADB Siapkan Paket Bantuan untuk Redam Dampak Konflik Timur Tengah, Termasuk Indonesia


Rabu, 25 Maret 2026 / 14:59 WIB
ADB Siapkan Paket Bantuan untuk Redam Dampak Konflik Timur Tengah, Termasuk Indonesia
ILUSTRASI. ADB siap menggelontorkan dukungan finansial cepat untuk negara terdampak konflik Timur Tengah.


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asian Development Bank (ADB) mengumumkan kesiapan paket dukungan keuangan bagi negara-negara anggotanya yang sedang berkembang guna meredam dampak ekonomi dan keuangan akibat konflik di Timur Tengah.

Presiden ADB Masato Kanda menyatakan bahwa lembaganya akan menyalurkan bantuan secara cepat dan fleksibel, menyesuaikan kebutuhan masing-masing negara. 

Dukungan tersebut mencakup pembiayaan anggaran yang dapat segera dicairkan, serta dukungan perdagangan dan rantai pasokan untuk memastikan ketersediaan barang-barang penting, termasuk energi.

Baca Juga: Celios: Kebijakan WFH Bukan Solusi Utama untuk Hadapi Krisis Energi

"ADB akan memberikan dukungan yang cepat, fleksibel, dan dapat disesuaikan untuk membantu negara-negara mengatasi tekanan mendesak dan memperkuat ketahanan jangka panjang," ujar Masato dalam keterangannya, Rabu (25/3/2026).

ADB menegaskan memiliki kapasitas keuangan yang cukup untuk menjaga kelangsungan proyek yang sedang berjalan maupun yang telah direncanakan, sekaligus memperluas bantuan darurat. 

Salah satu instrumen yang akan dimanfaatkan adalah fasilitas pinjaman kontra-siklus untuk membantu negara anggota menghadapi tekanan ekonomi.

Lembaga ini juga terus memantau perkembangan global, khususnya dampak konflik terhadap harga energi, inflasi, serta neraca transaksi berjalan di kawasan Asia dan Pasifik.

Berdasarkan analisis terbaru, gangguan jalur pengiriman telah meningkatkan biaya logistik dan memperpanjang waktu distribusi barang.

Risiko pasokan kini tidak hanya terjadi pada sektor energi, tetapi juga merambah bahan baku industri seperti petrokimia dan pupuk. Kondisi ini berpotensi mengganggu sektor pertanian dan produksi pangan. Selain itu, negara dengan ketergantungan tinggi pada pariwisata dan remitansi dinilai semakin rentan terhadap tekanan eksternal.

ADB juga menyoroti bahwa konflik tersebut meningkatkan ketidakpastian global dan memperketat kondisi keuangan, yang pada akhirnya menekan nilai tukar serta arus modal di kawasan.

Baca Juga: Komnas Haji Minta Kemenhaj Segera Putuskan Nasib Keberangkatan Haji 2026

Sebagai respons, ADB menyiapkan dua pilar utama intervensi. Pertama, dukungan anggaran cepat untuk membantu negara yang mengalami tekanan fiskal, termasuk melalui fasilitas pembiayaan kontra-siklus guna menjaga stabilitas ekonomi dan melindungi kelompok rentan.

Kedua, melalui Trade and Supply Chain Finance Program (TSCFP), ADB akan memperkuat dukungan terhadap sektor swasta agar impor barang penting, seperti energi dan pangan tetap terjaga.

Dalam konteks ini, ADB juga kembali mengaktifkan dukungan pembiayaan impor minyak untuk sementara waktu, seiring lonjakan harga dan gangguan rantai pasokan global.

ADB saat ini telah memulai pembicaraan dengan sejumlah negara anggota yang terdampak signifikan untuk menyiapkan dukungan segera. Koordinasi juga terus dilakukan dengan pemerintah, mitra pembangunan, dan sektor swasta guna memastikan respons yang efektif dan terarah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×