kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

ADB: Pariwisata bisa gantikan komoditas


Kamis, 31 Maret 2016 / 10:16 WIB


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Indonesia memiliki kesempatan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Caranya, dengan menggeser ketergantungan ekspor komoditas ke bidang jasa.

Asian Development Bank (ADB) melihat, sektor pariwisata Indonesia sangat potensial untuk dikembangkan sehingga dapat menyumbang pertumbuhan ekonomi. "Dalam diversifikasi dari ekspor komoditas ke pariwisata, leading sektornya pariwisata, bukan hanya Bali, tapi berbagai daerah," ujar Steven R Tabor, Country Director ADB Indonesia, Rabu (30/3).

Menurut Tabor, perubahan orientasi pertumbuhan ekonomi China dari investasi ke konsumsi rumah tangga menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk meningkatkan sektor pariwisata. "Prospek itu juga bagus, kalau ada semacam rebalancing di China, mereka cetak 30 juta paspor baru setiap tahun," katanya.

Selama ini kontribusi sektor pariwisata terhadap pertumbuhan ekonomi masih sedikit. Malah, secara statistik kontribusi pariwisata sulit terukur lantaran tersebar di berbagai sub-sektor. Sektor pariwisata tersebut tersebar di berbagai komponen penyumbang PDB, seperti di industri wisata, hotel, dan restoran.

Country Economist ADB Indonesia Emma Allen menambahkan, total penerimaan dari sektor pariwisata tahun lalu hanya mencapai Rp 134 triliun. Jumlah tersebut menyumbang 4,2% terhadap produk domestik bruto (PDB).

Emma memperkirakan penerimaan dari sektor pariwisata pada tahun depan bisa mencapai Rp 172 triliun atau 5% terhadap PDB. Dan di tahun 2019, sektor pariwisata dapat menghasilkan penerimaan Rp 240 triliun atau 8% terhadap PDB.

ADB memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini 5,2%, lebih tinggi dari tahun lalu yang 4,79%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×