Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli
Selain risiko peningkatan harga energi, David juga melihat adanya risiko inflasi dari kenaikan suku bunga kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) yang kemudian menimbulkan inflasi impor (imported inflation).
David juga melihat, adanya potensi risiko inflasi dari peningkatan harga pangan, terutama di momen-momen tertentu.
Baca Juga: Begini Arah Kebijakan KSSK Hadapi Pandemi pada 2022
Untuk itu, dalam menjaga tingkat inflasi, David meminta agar pemerintah menjaga tingkat harga dengan berbagai cara, seperti menjamin ketersediaan bahan pokok terutama menjelang hari raya.
Lebih lanjut, David memperkirakan tingkat inflasi di akhir tahun akan berada di level 3,3% yoy. Namun, secara rata-rata inflasi di tahun 2022 akan berada di kisaran 2,9% yoy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













