kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.830.000   -50.000   -1,74%
  • USD/IDR 17.211   48,00   0,28%
  • IDX 7.542   -17,77   -0,24%
  • KOMPAS100 1.031   -8,30   -0,80%
  • LQ45 736   -7,70   -1,04%
  • ISSI 273   -0,06   -0,02%
  • IDX30 401   0,75   0,19%
  • IDXHIDIV20 492   5,09   1,05%
  • IDX80 115   -0,96   -0,82%
  • IDXV30 141   2,14   1,54%
  • IDXQ30 129   0,46   0,36%

Ada Tekanan Inflasi, Pemerintah Perlu Mewaspadai Sejumlah Hal Ini


Rabu, 02 Februari 2022 / 20:46 WIB
ILUSTRASI. Warga berbelanja bahan pangan di sebuah gerai pusat perbelanjaan di Jakarta, Rabu (19/1/2022). Ada Tekanan Inflasi, Pemerintah Perlu Mewaspadai Sejumlah Hal Ini .


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

Selain risiko peningkatan harga energi, David juga melihat adanya risiko inflasi dari kenaikan suku bunga kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) yang kemudian menimbulkan inflasi impor (imported inflation). 

David juga melihat, adanya potensi risiko inflasi dari peningkatan harga pangan, terutama di momen-momen tertentu. 

Baca Juga: Begini Arah Kebijakan KSSK Hadapi Pandemi pada 2022

Untuk itu, dalam menjaga tingkat inflasi, David meminta agar pemerintah menjaga tingkat harga dengan berbagai cara, seperti menjamin ketersediaan bahan pokok terutama menjelang hari raya.

Lebih lanjut, David memperkirakan tingkat inflasi di akhir tahun akan berada di level 3,3% yoy. Namun, secara rata-rata inflasi di tahun 2022 akan berada di kisaran 2,9% yoy. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×