kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.705.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 16.998   5,00   0,03%
  • IDX 9.140   5,93   0,06%
  • KOMPAS100 1.259   -4,78   -0,38%
  • LQ45 889   -3,95   -0,44%
  • ISSI 334   0,05   0,01%
  • IDX30 455   -0,13   -0,03%
  • IDXHIDIV20 538   0,58   0,11%
  • IDX80 140   -0,62   -0,44%
  • IDXV30 149   0,30   0,20%
  • IDXQ30 146   -0,05   -0,03%

Ada 6.000 izin penggunaan lahan yang tumpang tindih


Rabu, 19 Oktober 2011 / 14:17 WIB
Ada 6.000 izin penggunaan lahan yang tumpang tindih
ILUSTRASI. Seorang teller PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menghitung uang pecahan Rp100 ribu di Kantor Pusat BNI, Jakarta, Kamis (19/12/2019). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc.


Reporter: Herlina KD | Editor: Edy Can

JAKARTA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menungkapkan ada 6.000 izin pengunaan lahan yang tumpang tindih. Dia berharap Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) mengaudit masalah ini.

SBY mengatakan, pemberian izin penggunaan lahan yang tumpang tindih ini karena perilaku pejabat negara yang tidak baik. Dia mengungkapkan, ada pejabat daerah yang memberikan izin menjelang pemilihan kepala daerah.

Karena itu, dia mendesak seluruh pejabat negara untuk menghentikan cara kerja yang tidak baik itu. "Itu laporan yang tidak sedap dan keadaan yang harus kita hentikan," jelas SBY dalam pidatonya saat pelantikan kabinet baru, Rabu (19/10).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×