kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Ada 300 Perusahaan Beli Murah TBS Sawit Petani, Mentan: Sudah Mulai Diperiksa


Selasa, 09 Juni 2026 / 15:32 WIB
Ada 300 Perusahaan Beli Murah TBS Sawit Petani, Mentan: Sudah Mulai Diperiksa
ILUSTRASI. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut ada 300 perusahaan yang masih membeli TBS sawit petani dengan harga miring. (ANTARA FOTO/RENO ESNIR)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Banyak perusahaan yang membeli Tadan Buah Segar (TBS) sawit petani dengan harga murah.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut ada 300 perusahaan yang masih membeli TBS sawit petani dengan harga miring. 

Amran bilang, seluruh perusahaan ini sudah mulai dilakukan pemeriksaan oleh aparat penegak hukum. 

"Kurang lebih ada 300 perusahaan tidak menaikan harga, hari ini langsung di periksa, sudah aku bersurat ke Kapolri," kata Amran dalam konferensi pers di Kantor Kementan, Selasa (9/6/2026). 

Baca Juga: Satgas Duga Ada Kartel dalam Penetapan Harga TBS Sawit Petani, Ini Kata Gapki

Amran menegaskan langkah hukum ini diambil untuk mencegah kerugian kepada petani sawit dalam jangka panjang. 

Sebelumnya, harga TBS sawit ditingkat petani disebut sudah mulai terkerek naik hingga menjadi Rp 3.000 dari sebelumnya yang sempat anjlok ke level Rp 1.500. 

Ketua Umum Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Sabarudin menyebut kondisi sudah mulai membaik namun belum kembali normal.

Dia mengatakan saat ini harga Crude Palm Oil (CPO) yang ditetapkan Rp 14.000/kg hingga Rp 15.000/kg. Dengan ketetapan ini, harga TBS sawit di tingkat petani seharusnya telah mencapai Rp 3.900 hingga Rp 4.000. 

"Nah di petani saat ini ada ada yang Rp 2.900an, ada yang Rp 3.000an, ada yang Rp 2.700an, ada yang Rp3.000 an lebih juga. Kita harap ini terus naik," jelas Sabarudin

Serikat petani menilai penurunan ini dipicu salah satunya karena kebijakan ekspor satu pintu yang akan dilakukan oleh PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). 

Kebijakan ini dianggap memberi ketidakpastian baru bagi pelaku usaha yang berdampak langsung bagi petani.  

"Jadi kita saat ini fokus itu bagaimana kembali normal seperti sebelum penetapan kebijakan ekspor satu pintu," terang Sabarudin. 

Baca Juga: SPKS: Harga TBS Sawit Petani Sudah Mulai Naik, Tapi Belum Normal

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×