kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45770,67   6,06   0.79%
  • EMAS888.000 0,11%
  • RD.SAHAM -0.17%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.12%

Ada 10 perusahaan ancam relokasi pabrik


Kamis, 08 November 2012 / 07:09 WIB
Ada 10 perusahaan ancam relokasi pabrik

Berita Terkait

Reporter: Arif Wicaksono, Yudho Winarto | Editor: Dadan M. Ramdan

JAKARTA. Ancaman pengusaha merelokasi pabriknya dari Indonesia agaknya serius. Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mencatat, setidaknya ada 10 perusahaan yang berencana merelokasi pabriknya ke luar negeri.

Sofyan Wanandi, Ketua Umum Apindo mengatakan, langkah 10 perusahaan itu sebagai reaksi atas tindakan sweeping, penahanan dan intimidasi yang dilakukan buruh saat aksi menuntut kenaikan upah dan penghapusan sistem outsourcing.


Perusahaan yang mengancam relokasi itu antara lain PT Sepatu Bata Tbk, PT Samsung Electronic Indonesia, dan PT Chang Shin (lihat tabel). Mereka memberi tenggat waktu sampai akhir tahun ini  bagi pemerintah untuk memberikan jaminan keamanan dari aksi anarkis.
Fabio Bellino, Direktur PT Sepatu Bata Tbk mengakui rencana relokasi tersebut. "Kami akan melihat perkembangan situasi terlebih dahulu sebelum benar-benar pergi," ungkapnya.

Menurut Sofyan, bila 10 perusahaan itu hengkang, estimasi kerugian bisa mencapai  US$ 100 juta. "Ini akan sangat menganggu perekonomian Indonesia baik di level makro maupun mikro," katanya, Rabu (7/11).

Apindo sendiri, kata Sofyan, berusaha mencegah rencana tersebut dan terus berkoordinasi dengan Kementerian Perekonomian dan pihak terkait  agar jaminan keamanan bagi pengusaha.
Bahkan, Apindo akan mengirim surat kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengenai permasalahan  ini sekaligus melampirkan data-data terkait aksi anarkis kaum pekerja.

Sofyan menambahkan, selain relokasi, ada sekitar 100 perusahaan yang siap mogok produksi bila tak ada kepastian jaminan keamanan. "Mogok produksi juga menunggu kepastian keamanan dari pemerintah sampai akhir tahun ini," tandasnya.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyangkal bila aksi buruh dikatakan anarkis. Buruh melakukan gerebek pabrik akibat sejumlah perusahaan jelas-jelas melanggar aturan ketenagakerjaan tapi tidak ada tindakan dari pemerintah. Mereka telah mempekerjakan banyak buruh tanpa kejelasan status selama bertahun-tahun.

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar yakin pengusaha tidak akan hengkang dan mogok produksi. "Langkah-langkah untuk mencari titik temu terus diupayak. Pengusaha butuh jaminan keamanan tapi buruh juga perlu kesejahteraan. Atas dasar itu, pemerintah akan terus mencari titik temunya," imbuh dia.                          

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×