kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.875   17,00   0,10%
  • IDX 6.050   -67,11   -1,10%
  • KOMPAS100 790   -4,57   -0,58%
  • LQ45 596   -3,15   -0,53%
  • ISSI 211   -2,20   -1,03%
  • IDX30 337   -1,52   -0,45%
  • IDXHIDIV20 413   -2,84   -0,68%
  • IDX80 90   -0,42   -0,47%
  • IDXV30 111   -0,74   -0,66%
  • IDXQ30 108   -0,37   -0,34%

Ada 10 aspirasi yang disampaikan tokoh masyarakat Papua kepada presiden Jokowi


Selasa, 10 September 2019 / 16:55 WIB
ILUSTRASI. Jokowi menemui tokoh masyarakat Papua dan Papua Barat


Reporter: Abdul Basith, Handoyo | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tokoh masyarakat, Abisai Rollo, yang memimpin tokoh masyarakat Papua dan Papua Barat bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), bersyukur karena bisa membawa aspirasi yang diakibatkan kasus di Surabaya dan Malang, beberapa waktu lalu, untuk disampaikan kepada Presiden.

“Tuhan menginginkan Indonesia untuk lebih penting memikirkan Papua itu. Kalau tadinya Papua masih dipegang setengahnya, sekarang harus digenggam seutuhnya,” kata Abisai dalam konperensi pers usai diterima Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/9).

Dengan adanya persoalan di Surabaya dan Malang itu, lanjut Abisai, tokoh-tokoh masyarakat Papua dan Papua Barat berjumpa dengan Presiden, ada 10 aspirasi yang bisa disampaikan. “Puji Tuhan Pak Presiden pada hari ini diberkati oleh Tuhan menerima semua apa yang kami sampaikan, aspirasi dari Papua dan Papua Barat,” ucapnya.

Baca Juga: Mendagri memastikan pemerintah akan melanjutkan pelaksanaan UU Otsus di Papua

Salah satu yang disampaikan Abisai adalah kesediaan Presiden Jokowi  untuk membangun istana Presiden Republik  di kota Jayapura,  ibu kota Provinsi Papua. Dengan dibangunnya Istana Presiden itu, menurut Abisai, telah merubah yang tadinya beliau (Presiden) berkunjung ke Papua, dirubah menjadi berkantor di Papua.

Ketika Presiden berkantor di Papua, Abisai yakin Presiden akan melihat Papua secara utuh, sehingga (kalau) ada kelompok-kelompok yang belum dijamah dengan baik semua akan diusahakan untuk dijamah.

“Semua supaya tidak ada lagi itu yang bikin kacau di Papua yang adalah bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Negara Kesatuan Republik Indonesia harga mati buat Papua,” tegas Abisai.

Baca Juga: Presiden Jokowi janji 1.000 sarjana asal Papua dapat bekerja di BUMN

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×