kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Abraham Samad jawab perihal foto sampai politisi


Senin, 02 Februari 2015 / 19:38 WIB
ILUSTRASI. Perpanjang SIM Sebelum Libur, Cek Jadwal SIM Keliling Jakarta Hari Ini 16 Agustus


Reporter: Sanny Cicilia | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad mengklarifikasi beberapa pemberitaan simpang siur yang menerpa dirinya belakangan ini. Termasuk, soal foto orang yang dirinya dengan perempuan.

Setelah diguncang isu tak sedap dengan foto bersama Putri Indonesia, Abraham diserang dengan foto merangkul perempuan yang diduga simpanannya.

Abraham sekali lagi membantah foto mesra dengan perempuan tersebut. Dia mengatakan, tim forensik KPK sudah melakukan penelitian, dan hasilnya, foto tersebut rekayasa.

"Sekali lagi, itu hasil rekayasa. Saya laki-laki yang dibesarkan keluarga yang menjunjung moral yang baik dalam pergaulan," kata Abaraham, Senin (2/2), seperti  disiarkan langsung oleh Kompas TV.

Dia mengatakan, memang banyak fotonya yang lain tersebar. Namun, Abraham menandaskan, itu karena sejak  menjadi Ketua KPK, dirinya  sering diminta foto bersama di berbagai kegiatan.

Abraham juga mengomentari tuduhan dirinya yang terkait dengan sejumlah pihak. "Sebagai ketua KPK, tidak bisa dihindari pertemuan dengan politisi baik dalam kegiatan yang formal maupun tidak formal," kata dia.

Samad juga mengakui,  namanya pernah digadang-gadang  menjadi calon wakil presiden dalam pemilu tahun lalu. Tapi, Abraham mengatakan, itu bukan inisiatif dirinya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×