kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45863,16   -14,36   -1.64%
  • EMAS920.000 0,00%
  • RD.SAHAM -1.01%
  • RD.CAMPURAN -0.38%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.08%

AACI proyeksi harga cabai tak akan melonjak tinggi hingga Lebaran tiba


Kamis, 06 Mei 2021 / 19:40 WIB
AACI proyeksi harga cabai tak akan melonjak tinggi hingga Lebaran tiba
ILUSTRASI. Kenaikan harga cabai masih masuk akal

Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI) memperkirakan, harga cabai tidak akan melonjak signifikan hingga Lebaran nanti. Hal ini dikarenakan pasokan cabai yang cukup selama bulan Ramadan ini.

"Harga tidak akan naik tinggi karena stoknya ada," kata Ketua Umum AACI Abdul Hamid kepada Kontan.co.id, Kamis (6/5).

Dia mengakui, terjadi kenaikan harga cabai dalam beberapa waktu terakhir dan diperkirakan kenaikan lanjutan terjadi jelang Lebaran. Namun, Abdul menyebut, kenaikan itu terjadi karena sudah banyak pedagang yang mudik jauh-jauh hari sebelum masa larangan mudik diberlakukan. 

"Kenaikan ini bukan karena tidak ada barang, tetapi karena pedagangnya kurang. Dan ini menurut saya adalah harga normal yang ada di kisaran tinggi saja," jelas Abdul.

Dia memperkirakan, bila terjadi kenaikan, harga cabai keriting dan cabai merah maksimal akan sekitar Rp 50.000 - Rp 60.000 per kg. Sedangkan untuk harga cabai rawit maksimal Rp 70.000 per kg. 

Menurut Abdul, harga cabai tidak akan menembus Rp 100.000 per kg seperti yang terjadi beberapa bulan lalu.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), harga rata-rata cabai merah keriting Rp 40.450 per kg,  naik dari sehari sebelumnya (5/5) yang ada di kisaran Rp 39.900 per kg. 

Baca Juga: Seminggu jelang Lebaran, harga sejumlah bahan pangan kembali naik

Harga cabai merah besar juga naik jadi Rp 43.200 per kg, dari sebelumnya Rp 42.750 per kg. Lalu, harga cabai rawit merah sebesar Rp 66.150 per kg dari sebelumnya Rp 66.000 per kg. Dan harga cabai rawit hijau sama dengan hari sebelumnya Rp 45.950 per kg.

Adapun, Abdul menyebut, harga normal cabai di tingkat konsumen sekitar Rp 40.000 hingga Rp 60.000 per kg. Menurut dia, hal ini karena panjangnya mata rantai pasok cabai, mulai dari petani hingga konsumen.

"Itu rantai pasok-nya ada 7, dari petani, pengumpul, pasar lokal sampai ke konsumen. Ada yang hilang sekitar 35%. Setiap rantai pasti ada untungnya. Jadi kalau kami hitung (kenaikan) bisa sekitar 110%-120%," tambah dia. 

Dengan panjangnya rantai pasok tersebut, Abdul menyebut bila cabai besar sekitar Rp 25.000 per kg, maka harga di pasar bisa mencapai Rp 45.000 hingga Rp 50.000 per kg. Hal yang sama terjadi pada harga cabai keriting di petani sebesar Rp 20.000, maka harga cabai di pasar sekitar Rp 35.000 hingga Rp 40.000. 

Dan untuk harga cabai rawit di petani Rp 35.000 dan di tingkat konsumen sekitar Rp 55.000 per kg.

 

Selanjutnya: Ekonom Bank Permata proyeksi cadangan devisa April 2021 naik ke US$ 138 miliar

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Panduan Cepat Maximizing Leadership Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale

[X]
×