Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan akan menanggung seluruh biaya pengobatan terhadap 72 siswa sekolah dasar (SD) yang mengalami keracunan setelah mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pondok Kelapa 2, Duren Sawit, Jakarta Timur.
Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik Sudaryati Deyang menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut sekaligus menegaskan komitmen tanggung jawab pemerintah.
Baca Juga: Resmi Berlaku Pekan Ini, ASN Wajib WFO 4 Hari dan WFH 1 Hari
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. BGN juga akan bertanggung jawab terhadap seluruh biaya pengobatan di rumah sakit,” ujar Nanik dalam keterangan resminya, Senin (6/4/2026).
Sebagai langkah penanganan, BGN juga menghentikan operasional dapur SPPG Pondok Kelapa 2 untuk waktu yang tidak ditentukan.
“SPPG Pondok Kelapa kami suspend untuk waktu yang tidak terbatas karena kondisi dapur, termasuk tata letak dan instalasi pengolahan air limbah (IPAL), masih belum memenuhi standar,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus mengungkapkan bahwa salah satu pemicu keracunan diduga berasal dari proses pengolahan makanan yang tidak sesuai standar.
“Sudah kami tinjau langsung di lapangan. Ternyata proses pembuatan makanannya terlalu lama,” kata Paulus.
Baca Juga: Penerimaan Pajak Kuartal I-2026 Tumbuh 20,7%, Purbaya: Ada Perbaikan Ekonomi
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut para siswa mengalami gejala keracunan setelah menyantap makanan yang berasal dari satu dapur SPPG di lokasi tersebut.
“Makanan yang disiapkan oleh SPPG di lokasi Pondok Kelapa 2,” ujarnya.
Adapun menu yang disajikan saat kejadian meliputi spageti bolognese, scramble egg tofu, bola-bola daging, sayuran campur, serta buah stroberi.
Setelah mengonsumsi makanan tersebut, para siswa mengalami gejala seperti mual, muntah, diare, demam, hingga nyeri perut.
Dugaan sementara, kejadian ini dipicu oleh makanan yang tidak dalam kondisi segar akibat jeda waktu yang terlalu lama antara proses memasak dan konsumsi.
BGN menegaskan akan memperketat pengawasan guna mencegah kejadian serupa serta memastikan keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG ke depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













