kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

4 budaya nasional diusulkan jadi warisan dunia


Sabtu, 08 Februari 2014 / 11:36 WIB
ILUSTRASI. Bank Indonesia diproyeksi kembali menaikkan suku bunga acuan


Sumber: TribunNews.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Empat warisan budaya nasional diusulkan menjadi warisan budaya dunia yang ditetapkan UNESCO. Keempat warisan budaya nasional ini akan diusulkan satu persatu ke UNESCO terhitung mulai 2014.

Seperti dikutip dari laman setkab, disebutkan empat warisan budaya nasional itu adalah Taman Mini Indonesia Indah yang akan diusulkan tahun ini, Tari Bali 2015, Perahu Phinisi 2016, dan Tenun Indonesia 2017.

Diah Harianti, Direktur Internalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), mengatakan setiap tahun tiap negara hanya boleh mengusulkan satu warisan budaya ke UNESCO. Usulan itu pun mesti dilengkapi dokumen pendukung berupa dokumen tertulis dan video dokumentasi.

Ia menegaskan, keterbatasan dalam jumlah usulan warisan budaya nasional ke UNESCO, bukan berarti jumlah penetapan warisan budaya nasional berkurang. Sebaliknya, dari 2.700 warisan budaya yang telah tercatat saat ini harus terus bertambah jumlahnya.

“Kita harus sebanyak-banyaknya menetapkan budaya nasional. Target tahun ini 1.000 warisan. Yang sudah ditetapkan tahun lalu 77 warisan, target tahun ini minimal 70 lagi,” jelasnya.

Menurut Diah, pemilihan urutan usulan dilakukan berdasarkan berbagai pertimbangan. Warisan budaya, sebisa mungkin harus mewakili setiap wilayah di Indonesia. Pertimbangan lain, budaya yang diusulkan seyogianya memiliki nilai dan kesakralan yang tinggi.

“Misalkan, di Sumatera kita punya Tari Saman dari Aceh, di Papua kita punya noken, di Jawa ada angklung, keris, selanjutnya akan diusulkan tari Bali, perahu Phinisi mewakili Sulawesi, dan tenun Indonesia,” tuturnya.

Pertimbangan wilayah tersebut, kata Diah, disebabkan ragam budaya di Indonesia luar biasa banyaknya, sedangkan kuota untuk didaftarkan ke UNESCO sangat terbatas. Hanya satu usulan setiap tahun. Menyikapi hal tersebut, diperlukan pendekatan kewilayahan agar semua wilayah bisa terwakili.

Selain wilayah, nilai yang terkandung dalam sebuah warisan harus tinggi. Tari Bali misalnya, kata dia, yang akan diusulkan pada 2015 mendatang, selain mewakili wilayah Bali, tari Bali dipilih karena nilai kesakralannya tinggi. Masyarakat Bali menjunjung tinggi budayanya salah satunya lewat tarian. (Srihandriatmo Malau)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×