kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.554
  • SUN103,53 -0,27%
  • EMAS603.986 -0,83%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Tahun politik, dana optimalisasi rawan korupsi

Kamis, 07 November 2013 / 11:31 WIB

Tahun politik, dana optimalisasi rawan korupsi
Berita Terkait

JAKARTA. Menjelang tahun politik, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan para menteri dan kepala lembaga non pemerintah (LPNK) untuk mengawal APBN 2014.

Sekretaris Kabinet RI Dipo Alam menegaskan, untuk APBN tahun 2014, Dana Optimalisasi sebesar Rp 27 triliun yang diberikan pemerintah ke sejumlah kementerian, dapat menjadi 'celah' korupsi yang dilakukan oleh oknum pejabat pemerintah, DPR/DPRD, dan sejumlah rekanan.

Dipo bilang, DPR memang punya fungsi legislasi, pengawasan, dan anggaran sesuai Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Tetapi terkadang sering ikut mengatur anggaran hingga satuan terkecil.

"Celah untuk bela konstituen di daerah, bisa menggoda antara oknum Badan Anggaran dan Komisi di DPR, pejabat pemerintah dan rekanan," kata Dipo melalui akun sosialnya (7/11).

Oleh karenanya, lanjut Dipo, Presiden dan Menteri Keuangan, Chatib Basri mengingatkan agar Kementerian dan LPNK penerima dana APBN bertindak cermat dalam mengusulkan anggaran dengan tata kelola keuangan yang baik.

“Presiden terbitkan Inpres Cegah Korupsi untuk mengawal APBN, termasuk dana optimalisasi yang rawan disalahgunakan," katanya.


Reporter Ferry Hidayat
Editor : Dikky Setiawan
Berita terbaru Nasional

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hotel Santika Hayam Wuruk
07 March 2018 - 08 March 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy
Close [X]