NASIONAL
Berita
Tahun politik, dana optimalisasi rawan korupsi

DANA OPTIMALISASI

Tahun politik, dana optimalisasi rawan korupsi


Telah dibaca sebanyak 619 kali
Tahun politik, dana optimalisasi rawan korupsi

JAKARTA. Menjelang tahun politik, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan para menteri dan kepala lembaga non pemerintah (LPNK) untuk mengawal APBN 2014.

Sekretaris Kabinet RI Dipo Alam menegaskan, untuk APBN tahun 2014, Dana Optimalisasi sebesar Rp 27 triliun yang diberikan pemerintah ke sejumlah kementerian, dapat menjadi 'celah' korupsi yang dilakukan oleh oknum pejabat pemerintah, DPR/DPRD, dan sejumlah rekanan.

Dipo bilang, DPR memang punya fungsi legislasi, pengawasan, dan anggaran sesuai Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Tetapi terkadang sering ikut mengatur anggaran hingga satuan terkecil.

"Celah untuk bela konstituen di daerah, bisa menggoda antara oknum Badan Anggaran dan Komisi di DPR, pejabat pemerintah dan rekanan," kata Dipo melalui akun sosialnya (7/11).

Oleh karenanya, lanjut Dipo, Presiden dan Menteri Keuangan, Chatib Basri mengingatkan agar Kementerian dan LPNK penerima dana APBN bertindak cermat dalam mengusulkan anggaran dengan tata kelola keuangan yang baik.

“Presiden terbitkan Inpres Cegah Korupsi untuk mengawal APBN, termasuk dana optimalisasi yang rawan disalahgunakan," katanya.

Editor: Dikky Setiawan.
Telah dibaca sebanyak 619 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Adu kuat APM lewat produk anyar

    +

    Di sektor otomotif, turunnya daya beli masyarakat sudah terasa sejak awal tahun ini.

    Baca lebih detail..

  • 2015, prinsipal otomotif tak pasang target muluk

    +

    Melempem. Satu kata ini bisa menggambarkan kondisi terkini industri otomotif tanah air.

    Baca lebih detail..

    A PHP Error was encountered

    Severity: Notice

    Message: Undefined variable: berita

    Filename: all_kanal/list_berita.php

    Line Number: 2

    A PHP Error was encountered

    Severity: Warning

    Message: Invalid argument supplied for foreach()

    Filename: all_kanal/list_berita.php

    Line Number: 2