kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.312
  • LQ451.114,87   13,07   1.19%
  • SUN105,56 -0,84%
  • EMAS587.842 -0,17%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Pembayaran jasa kargo naik, neraca jasa defisit

Minggu, 12 November 2017 / 20:56 WIB

Pembayaran jasa kargo naik, neraca jasa defisit

Petugas keamanan mengawasi proses bongkar muat kontainer di Terminal Teluk Lamong, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (19/3). PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) menargetkan semua pelabuhan yang di bawah tanggung jawabnya akan menerapkan 'Integrated Billing System' (IBS) pada akhir 2017, yang merupakan portal layanan jasa kepelabuhanan yang terintegrasi dengan perbankan untuk pembayaran elektronik. ANTARA FOTO/Didik Suhartono/pd/17

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Neraca perdagangan jasa masih menjadi penyumbang utama defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) Indonesia kuartal ketiga 2017. Bahkan, jumlahnya sedikit meningkat dibanding kuartal sebelumnya.

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), defisit neraca perdagangan jasa periode Juli-September 2017 tercatat sebesar US$ 2,2 miliar, naik dari kuartal kedua yang tercatat sebesar US$ 2,18 miliar. Sementara itu, CAD kuartal ketiga tercatat US$ 4,3 miliar atau 1,65% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Berdasarkan data BI juga, defisit neraca jasa itu utamanya dipengaruhi oleh kenaikan defisit jasa transportasi. Bahkan, jasa transportasi selalu mencatat defisit sejak tahun 2010 silam.

Penyebabnya, "Karena naiknya pembayaran jasa freight (kargo) sejalan dengan meningkatnya impor barang," bunyi laporan BI yang dikutip Kontan.co.id, Minggu (12/11). Oleh karena itu, impor pada neraca perdagangan jasa juga selalu mencatat defisit.

Meski demikian, defisit jasa transportasi itu diimbangi oleh surplus neraca jasa perjalanan sebesar US$ 0,9 miliar, naik dibanding kuartal sebelumnya yang sebesar US$ 0,8 miliar.

Sementara peningkatannya, dipengaruhi oleh kenaikan penerimaan jasa perjalanan seiring bertambahnya jumlah kunjungan turis ke Indonesia, yang melampaui kenaikan pembayaran jasa perjalanan.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo sebelumnya mengatakan, neraca jasa yang mencatat defisit, selain defisit pada pendapatan primer menjadi tantangan ke depan. Selama ini, defisit neraca jasa terjadi karena kegiatan impor menggunakan jasa transportasi luar negeri.

"Defisit itu memang ada tantangan struktural kita yaitu defisit di neraca jasa dan di primary income yang membuat transaksi berjalan defisit," kata Agus beberapa waktu lalu.

Ia juga mengatakan, transaksi berjalan Indonesia yang masih mencatat defisit juga menjadi tantangan ke depan. Sebab, dibanding dengan negara-negara ASEAN 5, hanya transaksi berjalan Indonesia yang mencatat defisit. Agus bilang, transaksi berjalan Thailand surplus 11% dari PDB dan Vietnam surplus 4% dari PDB. 


Reporter Adinda Ade Mustami
Editor : Yudho Winarto

MAKROEKONOMI

Berita terbaru Nasional

MARKET
IHSG
65,16
6.565,69
1.00%
 
US/IDR
13.318
-0,12
 
KONTAN TV
Hotel Santika Premiere Slipi - Jakarta
26 February 2018 - 27 February 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy