kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.565   12,00   0,07%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Penurunan defisit neraca jasa masih butuh waktu


Kamis, 02 Juli 2015 / 23:43 WIB


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Meskipun neraca barang telah mengalami surplus, neraca jasa masih sulit mengalami surplus. Perbaikan neraca jasa membutuhkan waktu dan setidaknya baru bisa terlihat pada tahun depan.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan kebijakan fiskal pemerintah dalam mengatasi defisit neraca jasa membutuhkan waktu. Misalnya insentif tax allowance untuk repatriasi. Repatriasi membutuhkan waktu bagi pengusaha untuk menerapkan kebijakan tersebut.

"Efektivitas implementasinya kan tergantung dari peluang dan prospek usaha," ujar Perry, Kamis (2/7).

Adapun pada triwulan I 2015 neraca jasa mencatat defisit US$ 1,85 miliar. Pada 2014 defisit neraca jasa mencapai US$ 10,01 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×