kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

BI: Tingkat bunga sekarang sudah memadai


Rabu, 27 September 2017 / 23:23 WIB
BI: Tingkat bunga sekarang sudah memadai


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Dessy Rosalina

KONTAN.CO.ID - Penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) sebanyak 50 basis poin (bps) sejak awal tahun hingga saat ini dirasa sudah cukup. Sebab, penurunan itu sejalan dengan realisasi inflasi dan perkiraan inflasi 2018 dan 2019 mendatang.

Hal itu diungkapkan oleh Gubernur BI Agus Martowardojo. Agus mengatakan, inflasi awal tahun hingga Agustus menunjukkan kondisi yang terjaga. Sementara di tahun 2018 dan 2019 mendatang, inflasi diperkirakan bisa sedikit di bawah titik tengah target sasaran inflasi masing-masing sebesar 3,5% plus minus 1%.

"Kami melihat dengan kami menurunkan bunga ini, tingkat bunga ini sudah cukup memadai. Cukup memadai itu sebenarnya adalah ungkapan yang kami rasa cukup," kata Agus di Hotel Intercontinental, Bandung, Rabu (27/9).

Sementara itu, sejalan dengan rencana pengetatan kebijakan moneter Bank Sentral Amerika Serikat (AS) yang diperkirakan terjadi mulai akhir tahun ini, adakah peluang pengetatan kebijakan moneter BI?

Agus enggan menjawab spesifik. Menurutnya, itu semua tergantung pada data. "Jadi kami akan melihat data. Tetapi ekonomi Indonesia dalam keadaan baik," tambah dia. Hal itu terlihat dari cadangan devisa (cadev) yang terus naik, neraca perdagangan yang surplus, dan ekspor yang kembali membaik.

Menurutnya, rencana kenaikan suku bunga acuan dan normalisasi neraca The Fed tetap menjadi risiko. Tak hanya itu kata Agus, beberapa risiko lainnya juga masih perlu dipantau.

Misalnya, harga komoditas yang masih berpotensi menurun hingga konsolidasi korporasi dan perbankan yang berkepanjangan, meski profitabilitasnya semakin membaik.

"Tetapi mereka banyak yang memperoleh ini (perbaikan profitabilitas) dengan cara efisiensi, mengurangi tenaga kerja, penghematan, dan bukan di-drive dari omzet yang lebih tinggi atau kegiatan yang betul-betul menunjukkan sudah konsolidasi. Perbankan juga demikian," kata Agus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×