kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Zulkifli Hasan Bilang Kelapa Langka Gara-Gara Tiongkok


Jumat, 16 Mei 2025 / 07:38 WIB
Diperbarui Jumat, 16 Mei 2025 / 12:57 WIB
Zulkifli Hasan Bilang Kelapa Langka Gara-Gara Tiongkok
ILUSTRASI. ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/nz. Kemenko Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan, kelangkaan komoditas kelapa santan di tanah air disebabkan oleh Tiongkok.


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan), Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan, kelangkaan komoditas kelapa santan di tanah air disebabkan oleh Tiongkok.

Zulhas menjelaskan, hal ini bermula ketika pelaku usaha yang melakukan ekspor kelapa ke negeri tirai bambu tersebut. Menurutnya, di sana kelapa dijadikan olahan sebagai campuran dalam menyajikan minuman kopi.

“Kelapa sekarang langka, karena kelapa sama teman-teman dari Tiongkok diolah jadi susu,” ujarnya saat membuka gelaran World of Coffee 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Kamis (15/5).

Zulhas mengungkapkan, selain menyajikan kopi dengan campuran susu sapi, saat ini tengah populer menu kopi dengan campuran santan kelapa. Karena hal tersebut, turut menyebabkan kelangkaan kelapa di Indonesia.

Baca Juga: AFPI akan Siapkan Bukti untuk Persidangan Dugaan Kartel Bunga Pinjol

“Jadi di Tiongkok sekarang orang minum kopi bukan pakai susu, tapi pakai santan kelapa, jadi kelapa mahal sekarang,” ungkapnya.

Di samping itu, Zulhas menuturkan bahwa kelangkaan dan tingginya harga kelapa ini dinilai baik untuk petani tanah air. Untuk itu, sebagai solusi dalam mengatasinya petani di minta menanam kelapa lebih banyak lagi.

Dia bilang, pemerintah juga tidak mengambil opsi untuk menyetop maupun mengurangi kuota ekspor kelapa ke Tiongkok dalam mengatasi prahara tersebut.

“Solusinya tanam yang banyak. (Stop ekspor?) enggak, petaninya lagi untung banyak sekarang, bagus,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, meski momen Ramadhan dan Idul Fitri 2025 telah terlewati harga kelapa belum juga menurun. Saat ini, harga satu butir kelapa parut berada di rentang Rp 20.000 – Rp 25.000, padahal biasanya paling mahal sebesar Rp 10.000.

Baca Juga: Penyaluran Pembiayaan Mandala Finance Tumbuh 6% per April 2025

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×