kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Zulkifli Hasan Bilang Kelapa Langka Gara-Gara Tiongkok


Jumat, 16 Mei 2025 / 07:38 WIB
Diperbarui Jumat, 16 Mei 2025 / 12:57 WIB
Zulkifli Hasan Bilang Kelapa Langka Gara-Gara Tiongkok
ILUSTRASI. ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/nz. Kemenko Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan, kelangkaan komoditas kelapa santan di tanah air disebabkan oleh Tiongkok.


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan), Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan, kelangkaan komoditas kelapa santan di tanah air disebabkan oleh Tiongkok.

Zulhas menjelaskan, hal ini bermula ketika pelaku usaha yang melakukan ekspor kelapa ke negeri tirai bambu tersebut. Menurutnya, di sana kelapa dijadikan olahan sebagai campuran dalam menyajikan minuman kopi.

“Kelapa sekarang langka, karena kelapa sama teman-teman dari Tiongkok diolah jadi susu,” ujarnya saat membuka gelaran World of Coffee 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Kamis (15/5).

Zulhas mengungkapkan, selain menyajikan kopi dengan campuran susu sapi, saat ini tengah populer menu kopi dengan campuran santan kelapa. Karena hal tersebut, turut menyebabkan kelangkaan kelapa di Indonesia.

Baca Juga: AFPI akan Siapkan Bukti untuk Persidangan Dugaan Kartel Bunga Pinjol

“Jadi di Tiongkok sekarang orang minum kopi bukan pakai susu, tapi pakai santan kelapa, jadi kelapa mahal sekarang,” ungkapnya.

Di samping itu, Zulhas menuturkan bahwa kelangkaan dan tingginya harga kelapa ini dinilai baik untuk petani tanah air. Untuk itu, sebagai solusi dalam mengatasinya petani di minta menanam kelapa lebih banyak lagi.

Dia bilang, pemerintah juga tidak mengambil opsi untuk menyetop maupun mengurangi kuota ekspor kelapa ke Tiongkok dalam mengatasi prahara tersebut.

“Solusinya tanam yang banyak. (Stop ekspor?) enggak, petaninya lagi untung banyak sekarang, bagus,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, meski momen Ramadhan dan Idul Fitri 2025 telah terlewati harga kelapa belum juga menurun. Saat ini, harga satu butir kelapa parut berada di rentang Rp 20.000 – Rp 25.000, padahal biasanya paling mahal sebesar Rp 10.000.

Baca Juga: Penyaluran Pembiayaan Mandala Finance Tumbuh 6% per April 2025

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×