kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.652.000   21.000   0,80%
  • USD/IDR 16.889   19,00   0,11%
  • IDX 8.948   63,58   0,72%
  • KOMPAS100 1.240   13,93   1,14%
  • LQ45 879   12,32   1,42%
  • ISSI 327   2,65   0,82%
  • IDX30 449   8,13   1,84%
  • IDXHIDIV20 531   10,57   2,03%
  • IDX80 138   1,59   1,17%
  • IDXV30 147   2,50   1,73%
  • IDXQ30 144   2,26   1,60%

Zulhas: Indonesia Ketinggalan Soal Pangan, 29 Tahun Fokus Demokrasi dan Infrastruktur


Rabu, 15 Januari 2025 / 16:58 WIB
Zulhas: Indonesia Ketinggalan Soal Pangan, 29 Tahun Fokus Demokrasi dan Infrastruktur
ILUSTRASI. Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan mengatakan bahwa Indonesia tertinggal dengan negara tetangga mengenai persoalan pangan.


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan bahwa Indonesia tertinggal dengan negara tetangga mengenai persoalan pangan. Pasalnya, pertanian di tanah air belum memiliki pembaruan dan masih menggunakan peninggalan dari Presiden RI Ke-2 Soeharto.

“Memang 29 tahun ini kita fokus kepada dua, satu masalah demokrasi yang berubah-ubah dan sangat mahal yang kedua fokus infrastruktur, oleh karena itu soal pertanian itu jejak-jejak pak Harto yang ada, kita harus akui itu memang bagus,” ujarnya di Gedung IDN HQ, Jakarta, Rabu (15/1).

Zulhas mengungkapkan, jejak pertanian peninggalan Presiden Soeharto hingga saat ini belum mengalami pembaruan, mulai dari irigasi, pabrik pupuk hingga penyerapan hasil pertanian yang hanya dilakukan oleh Bulog.

Baca Juga: Arahan Prabowo, Badan Pangan Nasional Mulai Kemandirian Pangan dari Desa

Selain itu, kata Zulhas, bibit unggul yang dimiliki Indonesia juga tak mengalami pembaruan, sebab lembaga yang meneliti terkait bibit unggul hanya melalui Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) saja.

“Bibit unggul tidak ada yang baru sekarang yang meneliti tentang bibit sejak 15 tahun yang lalu tidak ada lagi bayangkan berapa tertinggalnya kita. Karena pertanian, lembaga-lembaga lain ngga boleh ada yang riset, riset hanya di BRIN,” ungkapnya.

Oleh karena itu, kata Zulhas, saat ini pemerintah fokus pada peningkatan ketahanan pangan yang terbukti menjadi program prioritas Presiden Prabowo Subianto yakni swasembada pangan.

“Oleh karena itu saya tahan bersama pak Prabowo 15 tahun kalah terus, baru sekarang menang, karena punya visi yang kuat mengenai pertanian, swasembada pangan,” tandasnya.

Baca Juga: HPP Gabah Rp 6.500/Kg, Wamentan: Jangan Sampai Dibeli Murah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×