kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.410   65,94   1,04%
  • KOMPAS100 845   12,09   1,45%
  • LQ45 640   9,44   1,50%
  • ISSI 222   2,82   1,29%
  • IDX30 359   5,14   1,45%
  • IDXHIDIV20 438   4,81   1,11%
  • IDX80 96   1,44   1,52%
  • IDXV30 120   0,97   0,81%
  • IDXQ30 114   1,39   1,23%

Prabowo: Investasi AS Terbuka, Tapi Wajib Ikuti Aturan


Minggu, 22 Maret 2026 / 18:33 WIB
Prabowo: Investasi AS Terbuka, Tapi Wajib Ikuti Aturan
ILUSTRASI. Presiden Prabowo Subianto (dok./Kontan)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa keterbukaan terhadap kerja sama investasi dengan Amerika Serikat tetap berada dalam koridor kepentingan nasional.

Dia menekankan, meskipun terdapat pembahasan terkait perjanjian tarif dengan AS, seluruh investasi yang masuk ke Indonesia wajib mengikuti aturan yang berlaku, terutama dalam pengelolaan sumber daya alam.

Dalam pernyataannya, Prabowo menyoroti pentingnya penerapan harga pasar internasional dalam pengelolaan mineral kritis.

Ia menegaskan bahwa Indonesia tidak menutup akses bagi pihak asing, selama mereka mematuhi ketentuan yang ditetapkan pemerintah.

“Soal critical mineral. Saya sudah katakan, kita terbuka. But everything at market price. At economic price (Namun semuanya dengan harga pasar. Dengan harga ekonomis),” ujar Prabowo mengutip keterangannya, Minggu (22/3/2026).

Baca Juga: Prabowo Tegaskan Perjanjian Dagang dengan AS Tak Mengorbankan Kepentingan Nasional

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa keterlibatan pihak asing dalam sektor pertambangan bukan hal baru.  Pemerintah, kata dia, telah lama memberikan izin, seperti yang terjadi pada Freeport yang kini menjadi salah satu penyumbang pendapatan besar bagi negara.

“Jadi kalau dia mau ikut (aturan), kita izin kan mereka mining di Freeport. Sudah berapa puluh tahun. Freeport sekarang menghasilkan salah satu revenue kita yang paling besar. Kita izin kan,” lanjutnya.

Namun demikian, Presiden menegaskan bahwa prinsip hilirisasi tetap menjadi syarat utama. Indonesia tidak mengizinkan ekspor bahan mentah tanpa proses pengolahan di dalam negeri.

Baca Juga: Prabowo Tegaskan RI Tak Pernah Berkomitmen Sumbang US$ 1 Miliar untuk BoP

“Bahan mentah, kita minta di processing. Kalau dia mau mining dan proses di sini, tetap dong,” tegasnya.

Ia juga kembali menekankan bahwa mineral kritis merupakan komoditas yang harus memberikan nilai ekonomi maksimal bagi Indonesia.

Critical mineral itu is a commodity. If they pay international market price (mineral kritis adalah komoditas. Jika mereka membayar harga pasar internasional,), mau dia yang main atau kita yang main, we get the economic value (kita mendapatkan nilai ekonomi). Yang penting kita kasih akses,” ujarnya.

Dengan demikian, investasi asing tetap terbuka, tetapi harus tunduk pada aturan nasional dan mendukung hilirisasi.

Baca Juga: AS Bakal Selidiki Industri Indonesia, Pemerintah Klaim Sudah Siapkan Argumentasi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×