kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

YLKI: Lion Air harus berikan kompensasi pada ahli waris korban


Selasa, 30 Oktober 2018 / 11:23 WIB
ILUSTRASI. Petugas mengumpulkan serpihan dan korban pesawat Lion Air


Reporter: Harry Muthahhari | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyoroti soal tanggung jawab Lion Air atas insiden jatuhnya pesawat JT610 di perairan Karawang kemarin (29/10).

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi meminta Kementerian Perhubungan (Kemhub) untuk memastikan pihak Lion Air bertanggung penuh terhadap hak-hak keperdataan penumpang sebagai korban, terkait kompensasi dan ganti rugi.

Menurut Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) No. 77 Tahun 2011, penumpang yang mengalami kecelakaan pesawat (meninggal dunia) berhak mendapatkan kompensasi sebesar Rp 1.250.000.000/pax. 

"Bahkan managemen Lion Air harus bisa memastikan ahli waris yang tinggalkan masa depannya tidak terlantar, ada jaminan biaya pendidikan atau beasiswa untuk ahli waris yang masih usia sekolah," jelas Tulus dalam siaran persnya, Selasa (30/10).

Kepada Kemhub, YLKI juga meminta agar seluruh maskapai dipastikan dalam kondisi tidak ada masalah. Peningkatan pengawasan kepada semua maskapai juga jadi permintaan YLKI kepada Kemhub.

Terutama, kata Tulus pada manajemen Lion Air. "Pengawasan yang intentif dan mendalam sangat urgen dilakukan pada Lion Air, yang selama ini dianggap sering mengecewakan konsumennya," tambahnya.

YLKI juga mendesak pihak Boeing untuk memberikan penjelasan atas kecelakaan pesawat JT 610 karena menggunakan pesawat jenis baru. Boeing 737 Max 8 yang baru dirilis pada Agustus 2018 dan mempunyai 800 jam terbang itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×