Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, kenaikan yield Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun tidak akan berdampak terhadap beban utang pemerintah.
Purbaya menambahkan, pergerakan yield SBN di pasar saat ini tidak secara langsung memberikan dampak terhadap pemerintah.
Purbaya bilang, kenaikan yield SBN tidak berdampak langsung terhadap beban utang pemerintah karena nantinya akan disesuaikan bersama bank sentral.
Baca Juga: Beban Subsidi Energi Potensi Bengkak Rp 300 T,Komisi XII Minta Program EBT Dipercepat
"Nanti di-settle sama bank sentral , itu ke kita gak ada dampaknya," ujar Purbaya kepada awak media di Hotel Indonesia Kempinski, Kamis (3/9/2026).
Sebelumnya, tekanan di pasar keuangan domestik terlihat dari kenaikan yield SBN tenor 10 tahun. Pada perdagangan Rabu (2/9/2026), yield SBN tenor 10 tahun naik menjadi 7,229%, dari 6,990% pada penutupan perdagangan sehari sebelumnya.
Kenaikan yield SBN tersebut terjadi di tengah tekanan pasar keuangan global setelah Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan terhadap Iran.
Eskalasi geopolitik tersebut mendorong kenaikan harga minyak sekaligus mengerek yield obligasi global ke level tertinggi dalam beberapa tahun.
Kondisi tersebut meningkatkan kecenderungan investor menghindari aset berisiko, termasuk aset pasar negara berkembang. Tekanan terhadap pasar domestik juga tercermin dari pelemahan nilai tukar rupiah sekitar 0,2% terhadap dolar AS.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














