kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.808   -68,00   -0,38%
  • IDX 6.337   59,58   0,95%
  • KOMPAS100 827   6,05   0,74%
  • LQ45 631   4,95   0,79%
  • ISSI 219   2,42   1,12%
  • IDX30 349   2,43   0,70%
  • IDXHIDIV20 434   0,99   0,23%
  • IDX80 94   0,70   0,75%
  • IDXV30 119   0,02   0,02%
  • IDXQ30 112   0,40   0,36%

Prabowo Gelar Ratas, Bahas Pendidikan Gratis dari SD hingga Perguruan Tinggi


Rabu, 23 September 2026 / 13:27 WIB
Prabowo Gelar Ratas, Bahas Pendidikan Gratis dari SD hingga Perguruan Tinggi
ILUSTRASI. Presiden Prabowo Subianto (SETNEG/BPMI Setpres)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan memimpit rapat terbatas untuk membahas upaya mewujudkan pendidikan negeri gratis mulai dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi negeri di Istana Merdeka, Rabu ini (23/9/2026). 

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, rapat tersebut secara khusus membahas langkah-langkah yang dapat ditempuh pemerintah agar akses pendidikan negeri gratis dapat diwujudkan pada seluruh jenjang pendidikan.

“Iya, siang ini Pak Presiden akan mengadakan rapat terbatas, membahas bagaimana caranya pendidikan negeri dapat gratis, dari SD sampai perguruan tinggi negeri,” ujar Teddy dalam keterangan resminya.

Baca Juga: Akan Gelar Ratas, Prabowo Ingin Biaya Pendidikan SD hingga Universitas Bisa Gratis

Rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari komitmen Prabowo untuk memperluas akses pendidikan yang layak dan setara bagi seluruh anak Indonesia. 

Sebelumnya, Presiden telah menyampaikan bahwa pendidikan negeri mulai dari SD hingga perguruan tinggi harus dapat dijangkau secara luas oleh masyarakat. 

“Saya sangat setuju. Saya akan segera mengadakan ratas atau pokoknya biaya pendidikan negeri harus gratis. Biaya pendidikan negeri SD, SMP, SMA, universitas negeri harus gratis,” ucap Presiden saat berpidato di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada Jumat (18/9/2026). 

Pemerintah juga telah menyampaikan sejumlah langkah yang menjadi bagian dari agenda tersebut, antara lain upaya menggratiskan pendidikan negeri, memperbaiki sekolah dan fasilitas pendidikan yang rusak, serta meningkatkan kesejahteraan dan gaji guru. 

Melalui rapat terbatas hari ini, Presiden ingin memastikan komitmen tersebut diterjemahkan ke dalam langkah kebijakan yang terukur dan dapat dilaksanakan, sehingga semakin banyak anak Indonesia memperoleh kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas.

Baca Juga: Pendidikan Gratis hingga Perguruan Tinggi Butuh Perhitungan Fiskal Matang

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×