kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.809   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.323   45,98   0,73%
  • KOMPAS100 827   5,32   0,65%
  • LQ45 630   4,43   0,71%
  • ISSI 218   1,52   0,70%
  • IDX30 349   2,16   0,62%
  • IDXHIDIV20 434   0,70   0,16%
  • IDX80 94   0,62   0,66%
  • IDXV30 119   -0,06   -0,05%
  • IDXQ30 112   0,28   0,25%

Menkeu Suahasil: Inflow Asing Masuk ke SBN dan SRBI Rp 140,7 Triliun Per September


Rabu, 23 September 2026 / 13:09 WIB
Menkeu Suahasil: Inflow Asing Masuk ke SBN dan SRBI Rp 140,7 Triliun Per September
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Suahasil Nazara (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Aliran modal asing mulai kembali masuk ke Indonesia di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global serta suku bunga tinggi atau higher for longer.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara mencatat, hingga 14 September 2026, akumulasi aliran modal masuk melalui Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) mencapai Rp 140,7 triliun.

Suahasil mengatakan, perkembangan tersebut menunjukkan mulai munculnya perspektif positif investor global terhadap Indonesia, di tengah gejolak yang terjadi di berbagai negara.

“Kalau beberapa bulan yang lalu kita masih melihat aliran modal keluar, tapi di beberapa waktu terakhir kelihatan mulai masuk ini. Masuk lewat instrumen seperti Surat Berharga Negara maupun seperti SRBI,” kata Suahasil dalam forum Antara Business Forum di Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Baca Juga: ADB Pertahankan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 5,2% pada 2026-2027, Inflasi Naik

Menurut Suahasil, kondisi tersebut menunjukkan investor global mulai melihat Indonesia sebagai salah satu tujuan investasi ketika perekonomian global menghadapi turbulensi.

“Yang menunjukkan bahwa perspektif dari global yang mulai melihat Indonesia sebagai tempat yang, wah ini kalau globalnya lagi turbulent, kita masuk ke Indonesia,” ujarnya.

Dengan total inflow melalui SBN dan SRBI yang mencapai Rp 140,7 triliun, Suahasil berharap arus modal asing juga mulai masuk ke pasar saham. 

“Kita berharap bahwa sebentar lagi masuk juga lewat pasar modal. Saya rasa lewat pasar modal juga sudah, tapi saya mesti lihat datanya lagi,” jelasnya.

Ia mengatakan, masuknya aliran modal tersebut menjadi salah satu perkembangan yang perlu dijaga pemerintah di tengah risiko global yang masih tinggi.

Terlebih, menurut Suahasil, konflik di Timur Tengah saat ini masih menjadi salah satu risiko utama yang dapat memengaruhi berbagai sektor ekonomi dunia, mulai dari militer, sektor keuangan hingga perdagangan.

“Menurut saya konflik Timur Tengah masih menjadi risiko yang paling utama. Menggerakkan hampir semua elemen di dunia. Menggerakkan militer, menggerakkan sektor keuangan, menggerakkan perdagangan. Dan ini menjadi eskalasi politik yang meningkatkan ketidakpastian,” katanya.

Baca Juga: IEU-CEPA Dikebut, Indonesia Bidik Perluasan Pasar Ekspor ke Eropa

Di tengah kondisi tersebut, Suahasil menilai perekonomian Indonesia masih menunjukkan ketahanan. Pertumbuhan ekonomi pada semester I 2026 tetap solid di 5,2%, sementara inflasi masih terkendali.

Menurutnya, kondisi perekonomian domestik tersebut perlu terus dijaga melalui pengelolaan ekonomi makro yang baik agar Indonesia tetap mampu menarik aliran modal di tengah ketidakpastian global.

“Inilah satu pengelolaan ekonomi makro yang harus kita jaga, kita lanjutkan terus ke depan,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×