kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

World Bank: Indonesia pengirim SDM terbesar kedua


Senin, 09 Oktober 2017 / 12:05 WIB
World Bank: Indonesia pengirim SDM terbesar kedua


Reporter: Ghina Ghaliya Quddus | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Migrasi dalam kawasan ASEAN meningkat tajam dalam periode tahun 1995 hingga 2015. Indonesia merupakan negara kedua terbesar yang mengirim tenaga kerja ke kawasan ASEAN.

Berdasarkan laporan World Bank (Bank Dunia), Indonesia menyumbang 18% tenaga kerja di ASEAN pada tahun 2015. Negara pengirim tenaga kerja terbanyak adalah Myanmar sebesar 33% yang menempati posisi pertama. Sementara Malaysia ada di posisi ketiga atau sebesar 17%.

Adapun tujuan negara para pekerja tersebut terbanyak adalah ke Thailand sebesar 55%, Malaysia sebesar 22%, dan Singapura sebesar 19%.

Ekonom Bank Dunia untuk Perlindungan Sosial dan Praktik Kerja Global, Mauro Testaverde mengatakan, mobilitas tenaga kerja tersebut memberikan dampak yang signifikan bagi perekonomian di kawasan ASEAN. Untuk negara pengirim seperti Indonesia, hal ini membuka kesempatan bagi individu berpenghasilan rendah untuk meningkatkan pendapatan.

"Dengan pilihan kebijakan yang tepat, negara-negara pengirim dapat memperoleh keuntungan ekonomi dari migrasi tersebut serta memberikan perlindungan kepada warga negaranya untuk memilih pekerjaan di luar negeri," ujar Testaverde melalui conference call di Kantor Bank Dunia, Jakarta, Senin (9/10).

Di sisi lain, keuntungan untuk negara penerima yaitu dapat menutupi kekurangan tenaga kerja. Selain itu, Bank Dunia menyatakan bahwa hal ini juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan. Padahal, selama ini ada persepsi bahwa masuknya pekerja migran akan berdampak negatif pada negara penerima.

Namun, bukti menunjukkan sebaliknya. Di Malaysia, simulasi menemukan bahwa kenaikan 10% jumlah pekerja migran berketerampilan rendah meningkatkan PDB riil sebesar 1,1%. Di Thailand, analisis terakhir menunjukkan bahwa tanpa pekerja migran dalam angkatan kerja, PDB akan turun sebesar 0,75%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×