kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

WNI lebih suka menabung di tanah daripada bank


Selasa, 06 Desember 2016 / 13:57 WIB
WNI lebih suka menabung di tanah daripada bank


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Pemerintah akan mengupayakan peningkatan tabungan penduduk Indonesia melalui program inklusi keuangan. Saat ini, tabungan nasional masih minim, salah satunya lantaran masyarakat memilih menabung berupa tanah dibandingkan di bank.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, saat ini jumlah penduduk Indonesia yang memiliki rekening tabungan baru mencapai 36% dari total penduduk. Padahal, peran tabungan nasional sangat penting untuk investasi di dalam negeri.

"Karena selain sekuritisasi untuk proyek yang sudah profit dan sudah matang, saya kira untuk investasi menengah dan kecil juga butuh anggaran dan uang yang mau tidak mau akan menyedot perbankan kita," kata Jokowi dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Fairmont Hotel, Selasa (6/12). Oleh karena itu, ia menargetkan tabungan nasional tahun 2019 mencapai 75% dari total penduduk.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, faktor yang paling banyak berpengaruh terhadap tabungan masyarakat selain konsumsi adalah spekulasi harga tanah. Hingga saat ini lanjut dia, masyarakat lebih senang menabung di tanah.

"Ini harus mulai kita pikirkan. Tidak bisa orang saving itu kerjanya beli tanah, itu tidak sehat," kata Damin. Menurutnya, banyaknya penduduk yang membeli tanah membuat harga tanah melonjak tinggi.

Lebih lanjut menurutnya, tak hanya menabung di bank, masyarakat juga bisa menabung di surat berharga. Sebab, Indonesia juga masih memerlukan capital inflow dari portofolio.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×