kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.127   21,00   0,12%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

Waspada, angka kemiskinan capai 13,3%!


Minggu, 12 Desember 2010 / 10:59 WIB
ILUSTRASI. Produk daging sapi olahan produksi PT Estetika Tata Tiara


Reporter: Irma Yani | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Tercatatnya angka kemiskinan RI yang mencapai 13,3%, perlu diwaspadai. Pasalnya, angka tersebut terlalu mepet dengan level tertinggi dari range yang ditargetkan Pemerintah.

"Kalau kemiskinan kan 13,3%. Ini yang perlu diwaspadai, karena dia masih mepet pada range atas. Range angka kemiskinan itu 12,5% sampai 13,5%," ujar Direktur Bidang Ekonomi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas Prasetijono Widjojo, akhir pekan lalu.

Prasetijono mengungkapkan, seharusnya angka kemiskinan itu bisa ditekan setidaknya mendekati range bawah yang sebesar 12,5%. Untuk menekan itu, maka Pemerintah perlu berupaya keras dengan menelurkan program-program pengentasan kemiskinan.

Saat ini, pemerintah telah berupaya untuk mengarahkan agar pekerja sektor informal bisa masuk ke formal. "Caranya dengan meningkatkan kompetensinya melalui pelatihan, training, dan sebagainya sehingga dia masuk ke sektor formal," terangnya.

Dengan demikian, jika persoalan tenaga kerja bisa diatasi dengan baik, maka dampaknya angka kemiskinan itu akan turun. "Setiap 1% pertumbuhan itu bisa menciptakan sekitar 400.000 kesempatan kerja. Ini yang perlu menjadi perhatian," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×