kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.009   28,00   0,16%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Warga 2 dusun di Mentawai relakan 14 orang hilang dinyatakan tewas


Kamis, 11 November 2010 / 09:00 WIB
ILUSTRASI. Astra Infra Siap Ajukan Diri Jadi Peserta Lelang Operator Patimban


Reporter: Femi Adi Soempeno, Harismanto (Tribunnews.com) |

PADANG - Meski upaya pencarian korban gempa dan tsunami Kabupaten Kepulauan Mentawai terus berlanjut hingga hari ini, namun warga Dusun Purourogat dan Teruk Paraboat, Desa Malakopak, Kecamatan Pagai Selatan telah menyetujui anggota keluarganya yang masih hilang, dinyatakan meninggal dunia.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat (Sumbar), di Dusun Purourogat, ada 4 orang yang masih hilang, 71 orang tewas dan 235 orang masih mengungsi. Sedangkan di Dusun Teruk Paraboat, terdapat 10 orang hilang, 31 orang tewas dan 257 orang masih mengungsi.

"Mereka sudah ikhlas anggota keluarganya yang masih hilang diyatakan meninggal," ungkap Edison Saleleubaja, Bupati Kepulauan Mentawai, lewat teleconference rapat evaluasi tanggap darurat Tsunami Mentawai di Gubernuran Sumbar kepada Tribunnews, Rabu (10/11/2010) malam.

Dengan adanya pernyataan dari dua dusun itu, katanya, maka akan dilakukan validasi data korban. Saat ini, kata Edison, jumlah korban yang masih dinyatakan hilang sebanyak 56 orang, 448 orang tewas dan sebanyak 7.355 orang masih mengungsi. Sedangkan korban luka-luka yang menjalani perawatan di rumah sakit darurat dan puskesmas Sikakap serta RSUP M Jamil Padang, tinggal 38 orang.

"Berarti kalau dimasukkan pernyataan warga dua dusun, maka jumlah korban tewas bertambah 14 orang menjadi 462 orang dan korban hilang berkurang menjadi 42 orang," ungkap Edison.

Menanggapi hal itu, Wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim mengatakan, pernyataan warga dua dusun itu dapat membantu proses verifikasi data. Sehingga data korban tsunami Mentawai bisa segera divalidasi.

"Harus ada persetujuan keluarga korban, baru jalankan proses validasi ini," kata Muslim.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×