kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Rekonstruksi dan Rehabilitasi Mentawai baru dilaksanakan tahun depan


Senin, 08 November 2010 / 18:50 WIB
ILUSTRASI. Lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara


Reporter: Lamgiat Siringoringo | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Para pengungsi di Mentawai Sumatera Barat akan lebih lama tinggal di pengungsian. Pasalnya, pemerintah baru bisa menjalankan rekonstruksi dan rehabilitasi daerah bencana di Mentawai Sumatera Barat pada tahun depan. Saat ini pemerintah masih menyusun blue print atau cetak biru rekonstruksi dan rehabilitasi daerah bencana alam di Mentawai. Pengerjaan blue print ini selesai dalam jangka waktu sebulan.

"Rekonstruksi dan rehabilitasi dilakukan menggunakan anggaran tahun 2011," ujar Menteri Bappenas/ Kepala BPN Armida Alisjahbana di kantor Wapres, Senin (8/11). Dia mengatakan perkiraan anggaran yang akan dipakai untuk rekonstrusi dan rehabilitasi ini sebanyak Rp 200 miliar. "Ini baru perkiraan saja. Semuanya tergantung blue print itu," ujarnya. Dalam rekonstruksi dan rehabilitasi ini, Armida memberikan peluang adanya relokasi bagi warga yang tinggal di daerah tidak aman. Misalnya, warga yang tinggal di sekitar pantai.

Menteri Sosial Salim Segaf mengatakan jumlah warga yang sudah terdata akan direkonstruksi dan di rehabiltasi lebih dari 5.000 orang. Sampai saat ini, jumlah korban meninggal dalam bencana ini sebanyak 447 jiwa dan yang belum ditemukan sebanyak 56 jiwa. Rumah masyarakat yang mengalami rusak berat sebanyak 517 dan rusak ringan sebanyak 204. Kemudian ada juga yang rusak berat seperti 5 sekolah , 7 rumah ibadah, 7 jembatan dan 2 daerah wisata.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×