kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   -20.000   -0,75%
  • USD/IDR 18.125   38,00   0,21%
  • IDX 6.038   113,48   1,92%
  • KOMPAS100 788   17,25   2,24%
  • LQ45 602   13,12   2,23%
  • ISSI 207   3,32   1,63%
  • IDX30 341   7,10   2,13%
  • IDXHIDIV20 423   9,63   2,33%
  • IDX80 90   2,01   2,29%
  • IDXV30 114   2,10   1,87%
  • IDXQ30 109   1,94   1,81%

Wamenkeu Suahasil: Efisiensi Anggaran juga untuk Bangkitkan Kegiatan Masyarakat


Rabu, 26 Februari 2025 / 15:46 WIB
Wamenkeu Suahasil: Efisiensi Anggaran juga untuk Bangkitkan Kegiatan Masyarakat
ILUSTRASI. Pemerintah akan menggunakan efisiensi anggaran untuk membangkitkan kegiatan masyarakat, sehingga target pertumbuhan ekonomi 8% pada 2029 tercapai.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah akan menggunakan efisiensi anggaran untuk membangkitkan kegiatan masyarakat. Pada muaranya, ketika aktivitas masyarakat tumbuh, maka pertumbuhan ekonomi yang direncanakan 8% pada 2029 bisa tercapai.

Wakil Menteri Keuangan I Suahasil Nazara menjelaskan, belanja negara tahun ini dianggarkan Rp 3.621,3 triliun. Belanja ini merupakan 15% dari produk domestik bruto (PDB).

Sementara itu, 85% dari PDB perekonomian Indonesia paling banyak diciptakan oleh kegiatan masyarakat, seperti konsumsi, investasi, dan net ekspor, serta impor.

“Jadi yang 85% dari PDB ini perlu diberikan stimulus dengan menggunakan yang 15%. Ini PR dari kami yang mengelola APBN,” tutur Suahasil, dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2025 Rabu (26/2).

Baca Juga: Hashim Djojohadikusumo: Pemerintah akan Efisiensi Anggaran US$ 20 Miliar Setiap Tahun

Nah agar 15% dari PDB yang merupakan belanja negara bisa mendorong 85% dari kegiatan masyarakat, maka pemerintah melakukan efisiensi anggaran. Adapun tahun ini pemerintah berhasil mengumpulkan anggaran Rp 308 triliun yang diefisiensikan dari anggaran Kementerian/Lembaga dan transfer ke daerah.

Ia  menambahkan, alokasi anggaran yang diefisiensikan tersebut akan dibelanjakan untuk kebutuhan yang krusial.

“Dan APBN akan terus suportif kepada perekonomian menciptakan PDB yang lebih besar. 15% APBN menciptakan 85% ekonomi Indonesia, dan lainya. Sehingga ini totalnya 100%,” jelasnya.

Lebih lanjut, Suahasil menyampaikan, dengan alokasi belanja yang tepat, maka pemerintah bisa  mendorong konsumsi lebih tinggi, mendorong investasi lebih tinggi, dan juga mendorong ekspor kita lebih banyak.

Baca Juga: Bisa Timbulkan Ketidakadilan, Hanya 17 K/L Bakal Dapat Pengembalian Dana Efisiensi

“Seperti apa belanja-belanja yang bermanfaat dan produktif di perekonomian? kita ingin ekonomi sektor riil kita meningkat dan bergerak dengan cepat. Bukan hanya bergantung kepada APBN, tetapi 85% PDB kita itu bergerak dengan cepat karena nil ekonomi kita berputar,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×