kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.754.000   -31.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.853   30,00   0,17%
  • IDX 6.130   -76,16   -1,23%
  • KOMPAS100 809   -11,59   -1,41%
  • LQ45 620   -10,81   -1,71%
  • ISSI 215   -2,62   -1,20%
  • IDX30 354   -6,31   -1,75%
  • IDXHIDIV20 438   -8,62   -1,93%
  • IDX80 93   -1,35   -1,42%
  • IDXV30 121   -2,44   -1,98%
  • IDXQ30 115   -2,13   -1,83%

Wamenhaj Minta Jemaah Tak Memaksakan Lempar Jumrah Saat Cuaca Terik


Jumat, 29 Mei 2026 / 03:59 WIB
Wamenhaj Minta Jemaah Tak Memaksakan Lempar Jumrah Saat Cuaca Terik
ILUSTRASI. Wakil Menteri Haji dan Umrah mengingatkan jemaah Indonesia agar tidak memaksakan diri, terutama saat melempar jumrah pada siang hari. (ANTARA FOTO/Citro Atmoko)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – MAKKAH. Gelombang jemaah haji masih bergerak menuju Jamarat di Mina untuk menjalankan lempar jumrah, salah satu rangkaian puncak ibadah haji yang paling menguras tenaga. 

Di tengah padatnya pergerakan jemaah dan teriknya suhu Arab Saudi, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak mengingatkan jemaah Indonesia agar tidak memaksakan diri, terutama saat melempar jumrah pada siang hari.

Menurut Dahnil, fase lempar jumrah menjadi salah satu titik paling krusial setelah wukuf di Arafah dan mabit di Muzdalifah. Selain persoalan tenda, kesehatan jemaah menjadi perhatian utama pemerintah selama berada di Mina.

Baca Juga: Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026 Diklaim Mengalami Lompatan Kualitas

Ia menjelaskan, pada hari pertama biasanya pos-pos kesehatan dipenuhi jemaah yang mengalami kelelahan setelah berjalan kaki menuju Jamarat. Keluhan yang muncul beragam, mulai dari sesak napas, gangguan jantung, hingga kelelahan fisik akibat cuaca panas.

“Makannya kami sudah instruksikan kepada petugas kesehatan dan kepada Ketua Kelotar, tidak boleh lagi ada yang jalan kalau dia secara kesehatan tidak layak,” tutur Dahnil kepada tim Media Center Haji (MCH), Kamis (28/5/2026).

Adapun bagi jemaah lansia maupun mereka yang memiliki komorbid seperti gangguan pernapasan, penyakit jantung, dan obesitas diminta menggunakan skema badal lempar jumrah agar ibadah tetap bisa ditunaikan tanpa membahayakan kondisi fisik.

Dahnil mengatakan, saat meninjau jalur menuju Jamarat, ia masih menemukan banyak jemaah yang memaksakan diri berjalan meski sudah kelelahan. Bahkan, beberapa di antaranya harus dibantu menggunakan kursi roda di tengah perjalanan.

Tahun ini, pemerintah Indonesia juga menyiagakan 18 golf car di Mina untuk membantu mobilitas jemaah lanjut usia atau jemaah yang membutuhkan bantuan menuju pos kesehatan.

Baca Juga: Kemenhaj Siagakan Mobile Crisis Rescue, Tanggap Kedaruratan di Mina

“Dan alhamdulillah tahun ini kemajuannya itu adalah kita punya izin 18 golf car yang bisa mondar-mandir mengangkut orang-orang tua atau bapak ibu jamaah haji yang butuh bantuan ke pos kesehatan. Ini titik krusialnya,” ungkapnya.

Selain kondisi kesehatan, Dahnil juga menyoroti pentingnya kepatuhan jemaah terhadap jadwal lempar jumrah. Ia mengimbau jemaah tidak berangkat pada pukul 10.00 hingga 15.00 waktu Arab Saudi karena kondisi cuaca sangat panas dan jalur menuju Jamarat dipadati jemaah dari berbagai negara.

Pemerintah mengarahkan jemaah Indonesia melaksanakan lempar jumrah mulai pukul 16.00 hingga dini hari karena dinilai lebih aman dan relatif lebih lengang.

Menurut Dahnil, meski melempar jumrah di siang hari diperbolehkan secara syariat, keselamatan jiwa tetap menjadi nilai utama dalam ibadah haji.

Ia pun meminta jemaah tidak mudah terpengaruh ajakan untuk berangkat di luar jadwal yang sudah ditetapkan petugas.

“Jangan sampai ibadah dijalankan dengan memaksakan diri hingga membahayakan kesehatan. Yang paling penting jemaah tetap selamat dan sehat,” ujarnya.

Beberapa hari ke depan masih menjadi fase penting bagi jemaah haji Indonesia di Mina, terutama menjelang kepulangan jemaah nafar awal maupun nafar tsani. Pemerintah memastikan evaluasi terus dilakukan agar seluruh layanan tetap berjalan optimal hingga seluruh rangkaian puncak haji selesai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×