Reporter: Siti Masitoh | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan, semangat dan optimisme para petugas haji menjadi kunci utama dalam mewujudkan penyelenggaraan ibadah haji yang lebih baik.
Hal tersebut disampaikan saat memberikan arahan apel malam kepada para peserta Diklat PPIH Arab Saudi Tahun 1447 H/2026 M di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Ia melihat optimisme yang luar biasa dari wajah para petugas yang tengah mengikuti rangkaian pelatihan. Menurutnya, para petugas haji tahun ini merupakan bagian dari sejarah baru penyelenggaraan haji Indonesia.
“Saya melihat wajah-wajah penuh semangat dan optimisme. Saudara-saudara adalah bagian dari sejarah baru penyelenggaraan haji Indonesia. Berbanggalah menjadi petugas haji,” ujar Dahnil, Kamis (15/1/2026).
Baca Juga: Tekanan Global dan Domestik Jadi Penyebab Melambatnya Investasi Asing Sepanjang 2025
Ia menegaskan bahwa penyelenggaraan haji 2026 merupakan haji pertama yang sepenuhnya ditangani oleh Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia sebagai institusi baru. Oleh karena itu, integritas, kekompakan, dan dedikasi petugas menjadi faktor penentu keberhasilan layanan kepada jemaah.
Adapun Dahnil juga menyinggung komitmen pemerintah Indonesia dalam isu-isu kemanusiaan global, termasuk dukungan terhadap perdamaian di Palestina. Nilai-nilai kemanusiaan tersebut, menurutnya, harus tercermin dalam sikap dan perilaku petugas saat melayani jemaah.
Ia mengingatkan bahwa pelatihan petugas haji yang dijalani saat ini merupakan pelatihan pertama yang panjang dan intensif. Meski dijalankan dengan disiplin tinggi, bahkan berkarakter semi-militer, proses tersebut dinilai mampu menumbuhkan kebersamaan dan mengikis ego sektoral.
“Hari ini saya tidak melihat ego jabatan. Kita berkumpul sebagai satu keluarga besar petugas haji. Amanah yang kita emban ini sangat berat,” tegasnya.
Baca Juga: Menhaj Lantik 9 Pejabat Baru, Prioritas Haji 2026 Wajib Tuntas Cepat
Dahnil turut membagikan kisah seorang jemaah asal Lampung Selatan bernama Pak Tobroni yang menunggu keberangkatan haji selama 25 tahun. Demi menunaikan rukun Islam kelima, Pak Tobroni menjual rumah dan sawahnya, hingga akhirnya harus menjual rumah terakhir untuk pelunasan biaya haji dan selepas pulang dari Tanah Suci tinggal bersama anak-anaknya.
“Harapan, doa, dan mimpi Pak Tobroni serta jutaan jemaah lainnya ada di tangan saudara-saudara. Betapa tidak pantasnya kita sebagai pejabat publik jika sampai mengkhianati amanah mereka,” ujarnya.
Menurut Wamenhaj, petugas haji memegang tiga amanah besar sekaligus, yakni amanah dari Allah SWT untuk melayani tamu-Nya, amanah dari jemaah, dan amanah dari negara yang bertanggung jawab memastikan pelaksanaan ibadah haji berjalan dengan baik dan bermartabat.
Baca Juga: Layanan Haji 2026: Petugas Wajib Beri Layanan Nyata, Bukan Sekadar Administrasi
“Mulai malam ini dan seterusnya, bangun kebersamaan, kesampingkan perbedaan latar belakang, dan satukan tekad untuk menghadirkan penyelenggaraan haji 2026 yang jauh lebih baik,” pesannya.
Di akhir arahannya, ia menyampaikan optimisme Presiden Prabowo Subianto terhadap kesiapan para petugas haji. Ia menambahkan, Presiden menaruh harapan besar agar seluruh rangkaian persiapan dan pelatihan dapat berjalan lancar hingga selesai pada 30 Januari 2026.
Selanjutnya: Beasiswa LPDP: Prabowo Targetkan 80% Kuota Wajib Masuk Bidang STEM
Menarik Dibaca: Hemat Maksimal! Subway & Domino's Pizza Tawarkan Paket Makan Rame-Rame Super Murah
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












![[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_17122515210200.jpg)
