kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.059.000   35.000   1,16%
  • USD/IDR 16.960   17,00   0,10%
  • IDX 7.586   -124,85   -1,62%
  • KOMPAS100 1.060   -17,16   -1,59%
  • LQ45 776   -11,77   -1,49%
  • ISSI 267   -5,67   -2,08%
  • IDX30 410   -8,94   -2,13%
  • IDXHIDIV20 507   -8,43   -1,64%
  • IDX80 119   -2,14   -1,77%
  • IDXV30 137   -1,76   -1,26%
  • IDXQ30 133   -2,57   -1,90%

Tekanan Global dan Domestik Jadi Penyebab Melambatnya Investasi Asing Sepanjang 2025


Kamis, 15 Januari 2026 / 21:58 WIB
Tekanan Global dan Domestik Jadi Penyebab Melambatnya Investasi Asing Sepanjang 2025
ILUSTRASI. Investasi Asing di Pasar Modal indonesia (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai, melambatnya pertumbuhan penanaman modal asing (PMA) sepanjang 2025 yang hanya 0,1% year on year (yoy), tidak bisa dimaknai sebagai menurunnya minat investor terhadap Indonesia, tetapi lebih mencerminkan tekanan global dan sikap kehati-hatian di dalam negeri.

Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi penanaman modal asing (PMA) sepanjang 2025 mencapai Rp 900,9 triliun. Nilai tersebut hanya tumbuh tipis 0,1% secara tahunan jauh melambat dibandingkan pertumbuhan 2024 yang mencapai 21% yoy.

Josua menjelaskan, secara global arus investasi lintas negara memang tengah melemah. Hal ini dipengaruhi oleh ketegangan dagang, tingginya biaya pinjaman, serta meningkatnya ketidakpastian geopolitik yang mendorong banyak perusahaan menunda ekspansi, termasuk proyek-proyek industri dan infrastruktur baru.

Baca Juga: Kementerian Imigrasi Perkuat Pengawasan di Kawasan Industri Strategis

"Di Indonesia, sinyal minat asing sebenarnya masih terlihat pada akhir tahun karena PMA triwulan IV 2025 masih naik 4,3% dibanding tahun sebelumnya, dan pemerintah menilai stabilitas politik serta perbaikan kebijakan ikut direspons positif investor," ujar Josua kepada Kontan, Kamis (15/1/2026).

Namun menurut Josua sepanjang 2025 terdapat dinamika, khususnya demontrasi yang terjadi pada Agustus, mendorong investor mengambil sikap wait and see hingga kepastian kebijakan lebih jelas, sehingga pertumbuhan PMA secara tahunan menjadi sangat tipis.

Di sisi lain, Josua menilai upaya pemerintah dalam memperbaiki proses perizinan menjadi langkah penting untuk menjaga daya tarik investasi. Penerapan batas waktu perizinan yang lebih jelas, termasuk mekanisme penerbitan izin otomatis ketika batas waktu terlewati, dinilai dapat memberikan kepastian bagi investor.

“Perbaikan ini menunjukkan upaya pemerintah untuk mengunci kepastian agar keputusan investasi asing tidak tertahan terlalu lama,” tutur Josua.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×