kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.821   -7,00   -0,04%
  • IDX 8.133   100,88   1,26%
  • KOMPAS100 1.146   14,31   1,26%
  • LQ45 828   7,29   0,89%
  • ISSI 288   4,65   1,64%
  • IDX30 431   4,00   0,94%
  • IDXHIDIV20 517   4,31   0,84%
  • IDX80 128   1,49   1,17%
  • IDXV30 141   1,36   0,97%
  • IDXQ30 140   1,18   0,85%

Wakil Presiden berharap daerah berprestasi diberi insentif


Senin, 25 April 2011 / 14:32 WIB
Wakil Presiden berharap daerah berprestasi diberi insentif
ILUSTRASI. Kasus positif corona bisa dikurangi jika semua orang menerapkan protokol kesehatan yang tepat. REUTERS/Edgar Su


Reporter: Kurnia Dwi Hapsari | Editor: Edy Can

BOGOR. Wakil Presiden Boediono berharap daerah yang berprestasi diberi insentif. Dia meminta Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Keuangan mengkaji usulan tersebut.

Boediono mengatakan, pemberian penghargaan bagi daerah yang berpretasi sangat penting. "Saya harap setiap tahun pemberian penghargaan tetap dilakukan dan ditingkatkan lagi perhatiannya," ujar Boediono dalam peringatan Hari Otonomi Daerah, Senin (25/4).

Boediono menilai, kemajuan sejumlah daerah sangat luar biasa sejak desentralisasi berlaku tahun 1999. Dia berharap, pemerintah daerah tetap memperhatikan masalah korupsi, kesempatan kerja, kemampuan mengendalikan harga-harga kebutuhan pokok. "Apapun penilaian masyarakat,yang terpenting bagaimana mengelola keuangan daerah. Pengelolaam keuangan daerah harus di jaga, serta tertib,"ujarnya.

Ke depannya, Boediono berharap indikator penilaian daerah berprestasi lebih dipertajam untuk mendorong mutu dan insentif bagi pengelola pemerintah daerah. Asal tahu saja, Kementerian Dalam Negeri telah menetapkan Provinsi Sulawesi Utara sebagai daerah berpretasi di Indonesia.

Sedangkan tiga provinsi terbawah yaitu Papua, Sulawesi Barat dan Sulawesi Tengah. Namun, untuk daerah-daerah ini tidak mendapatkan hukuman. "Saya rasa dengan mengumumkan ke publik seperti ini, Yang peringkat sedang bisa terus memacu penilaian kedepan," kata Direktur Jenderal Otonomi Daerah Djohermansyah Djohan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×