kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.977   85,00   0,48%
  • IDX 6.109   7,47   0,12%
  • KOMPAS100 796   0,25   0,03%
  • LQ45 601   2,15   0,36%
  • ISSI 211   -0,29   -0,14%
  • IDX30 340   1,75   0,52%
  • IDXHIDIV20 415   2,85   0,69%
  • IDX80 90   0,07   0,08%
  • IDXV30 112   0,63   0,57%
  • IDXQ30 109   0,83   0,77%

Boediono: Indonesia sedang eksperimen demokrasi kedua


Sabtu, 19 Maret 2011 / 18:07 WIB
Peta persebaran Covid-19 Jawa Timur


Reporter: Yudho Winarto, | Editor: Edy Can

BANDAR LAMPUNG. Wakil Presiden Boediono menyebut, Indonesia tengah melaksanakan eksperimen demokrasi kedua. Menurutnya, pada eksperimen demokrasi yang pertama pada 1950-an telah gagal.

"Sekarang kita pun bertanya lagi, apakah demokrasi yang sekarang kita laksanakan sudah berada di jalur yang tepat. Apakah kita bersama akan dapat mewujudkan kesejahteraan rakyat melalui sistem politik sekarang," katanya saat membuka seminar nasional Ikatan Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (IKAL) ke-14, Sabtu (19/3).

Boediono yakin, jika semua bertekad berhasil maka demokrasi pasti akan berhasil. "Sebab alternatifnya adalah bangsa kita berayun ayun, selalu dalam proses perubahan dengan biaya yang sangat mahal," katanya.

Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) menjelaskan upaya perbaikan sistem bernegara bisa membuat orang kehilangan kesabaran. Pasalnya tak ada jalan pintas menuju sistem ideal. "Setiap bangsa harus mencari sendiri bentuk yang pas baginya, melalui praktek dan eksperimen," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×