CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.566   37,00   0,21%
  • IDX 6.589   -88,86   -1,33%
  • KOMPAS100 866   -10,49   -1,20%
  • LQ45 656   -8,27   -1,25%
  • ISSI 230   -3,63   -1,55%
  • IDX30 365   -4,62   -1,25%
  • IDXHIDIV20 452   -4,51   -0,99%
  • IDX80 99   -1,12   -1,12%
  • IDXV30 126   -0,86   -0,68%
  • IDXQ30 117   -1,27   -1,08%

Wah, Jokowi sebut ekonomi Indonesia bisa minus 17% kalau terapkan lockdown


Kamis, 16 Juli 2020 / 05:30 WIB


Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo menyampaikan kemungkinan ekonomi Indonesia akan anjlok pada kuartal kedua tahun 2020. Akibat pandemi virus corona (Covid-19) pada kuartal kedua diprediksi pertumbuhan ekonomi minus 4,3%. 

Namun hal itu dinilai lebih baik karena opsi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diambil selama penanganan Covid-19.

Baca Juga: Program B100 Jokowi berhasil diwujudkan, Pertamina kini punya bahan bakar 100% sawit

"Saya enggak bisa bayangin kalau kita dulu lockdown gitu mungkin bisa minus 17%," ujar Jokowi saat memberi arahan kepada kepala daerah seperti dikutip dari laman setkab.go.id, Rabu (15/7).

Asal tabu saja, pada kuartal pertama lalu, Indonesia masih mencatatkan hasil positif. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama sebesar 2,97%.

Meski begitu situasi Covid-19 menimbulkan ketidakpasitan ekonomi global. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyampaikan pada 3 bulan sebelumnya IMF meprediksi pertumbuhan ekonomi global minus 2,5%.

Angka tersebut pun berubah berdasarkan prediksi Bank Dunia, pertumbuhan ekonomi lebih anjlok lagi sebesar minus 5%. Berikutnya Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) juta menyampaikan perubahan atas prediksi tersebut.

Baca Juga: Agar selamat dari resesi, Jokowi minta kepala daerah genjot belanja

"Terakhir sudah berada pada angka minus 6% sampai minus 7,6%. Betapa beratnya situasi ini," terang Jokowi.




TERBARU

[X]
×