kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.883   25,00   0,14%
  • IDX 6.038   -79,17   -1,29%
  • KOMPAS100 790   -4,20   -0,53%
  • LQ45 596   -2,80   -0,47%
  • ISSI 210   -2,65   -1,25%
  • IDX30 337   -1,37   -0,41%
  • IDXHIDIV20 413   -2,62   -0,63%
  • IDX80 90   -0,41   -0,45%
  • IDXV30 111   -0,79   -0,71%
  • IDXQ30 108   -0,31   -0,29%

Wabah coroba bisa hambat proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, begini respons Menhub


Rabu, 26 Februari 2020 / 18:57 WIB
ILUSTRASI. Proyek Kereta Cepat: Pekerja di Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung di kawasan Cibitung, Bekasi, Rabu (12/2).


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, penyelesaian proyek kereta cepat Jakarta masih sesuai target. Budi Karya mengatakan, sejauh ini target penyelesaiannya belum mundur meskipun terdapat wabah virus corona.

"Saya kemarin langsung ke tempat. Kalau dari yang saya lihat di tempat, mereka bekerja normal, mestinya tidak mundur," ujar Budi, Rabu (26/2).

Baca Juga: Dampak merebaknya virus corona mengganggu jadwal proyek-proyek ini

Sebelumnya, Kemenhub menargetkan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung ini akan rampung di akhir 2021 dan sudah bisa dioperasikan pada akhir 2021. Hingga Minggu (23/2), progres pengerjaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung sudah mencapai 44%, di mana pembebasan lahan sudah mencapai 99,96%.

Meski begitu, Budi mengatakan, bila target-target yang ditetapkan harus mengalami kemunduran, maka perlu dilakukan diskusi lebih lanjut. "Saya pikir bukan sesuatu yang serius, kita bisa berkolaborasi untuk penyelesaian, [virus corona] ini suatu keadaan yang harus kita hadapi," tambah Budi.

Baca Juga: Menko luhut sebut virus corona hambat sejumlah proyek di Indonesia

Sebelumnya, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengungkap, proyek kereta cepat Jakarta-Bandung bisa terhambat akibat penyebaran virus corona. Apalagi terdapat pekerja asal China dari proyek tersebut yang sulit kembali ke Indonesia.

Luhut memang belum bisa memastikan apakah proyek tersebut akan mengalami kemunduran atau tidak. Menurutnya, waktu penyelesaian proyek ini tergantung lamanya wabah virus corona.




TERBARU

[X]
×