kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.729   21,00   0,12%
  • IDX 6.495   -30,50   -0,47%
  • KOMPAS100 847   -2,48   -0,29%
  • LQ45 641   -3,98   -0,62%
  • ISSI 228   -0,16   -0,07%
  • IDX30 358   -2,26   -0,63%
  • IDXHIDIV20 435   -2,10   -0,48%
  • IDX80 97   -0,41   -0,42%
  • IDXV30 121   -0,45   -0,37%
  • IDXQ30 113   -0,74   -0,65%

Purbaya Beberkan Jurus Kelola Utang, Andalkan Debt Switch hingga Buyback


Selasa, 14 Juli 2026 / 12:33 WIB
Purbaya Beberkan Jurus Kelola Utang, Andalkan Debt Switch hingga Buyback
ILUSTRASI. Pemerintah sudah menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga pengelolaan utang negara tetap sehat di tengah meningkatnya rasio utang terhadap PDB (Dok/Kemenkeu)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga pengelolaan utang negara tetap sehat di tengah meningkatnya rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB). 

Salah satu strategi yang akan ditempuh ialah mengelola portofolio utang secara aktif melalui skema debt switch, buyback, hingga konversi pinjaman.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, rasio utang pemerintah pada 2025 mencapai 40,54% terhadap PDB. 

Meski demikian, menurut dia, posisi tersebut masih berada jauh di bawah ambang batas maksimal 60% PDB yang diatur dalam undang-undang.

Baca Juga: BBM Nelayan Rp 15.000 Per Liter Berlaku, Subsidi Dari Anggaran BPDP, Bukan APBN

"Meski rasio utang meningkat dari 39,81% PDB di tahun 2024 menjadi 40,54% PDB di 2025, posisi ini masih jauh di bawah batas maksimal 60% PDB sesuai UU APBN, sehingga APBN kita tetap aman dan terkendali,"  ujar Purbaya dalam Rapat Paripurna DPR RI, Selasa (14/7/2026).

Untuk menjaga keberlanjutan fiskal, pemerintah telah menyiapkan empat pilar dalam pengelolaan utang ke depan. 

Strategi tersebut tidak hanya berfokus pada pembiayaan, tetapi juga memperkuat kondisi fiskal secara menyeluruh.

"Skenario pengelolaan utang ke depan bertumpu pada empat pilar yaitu koordinasi fiskal bertahap dalam rangka penguatan keseimbangan primer menuju positif, optimalisasi penerimaan negara, peningkatan kualitas belanja, serta pengelolaan portofolio utang aktif melalui debt switch, buyback, dan konversi pinjaman," kata Purbaya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×