kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.120   -5,00   -0,03%
  • IDX 6.069   31,08   0,51%
  • KOMPAS100 792   3,95   0,50%
  • LQ45 601   -1,01   -0,17%
  • ISSI 210   2,88   1,39%
  • IDX30 340   -1,00   -0,29%
  • IDXHIDIV20 422   -1,12   -0,27%
  • IDX80 90   0,30   0,34%
  • IDXV30 115   0,64   0,56%
  • IDXQ30 109   -0,21   -0,19%

Utang Jatuh Tempo Pemerintah Membengkak pada 2026, Tembus Rp 749,2 Triliun


Selasa, 14 Juli 2026 / 09:50 WIB
Utang Jatuh Tempo Pemerintah Membengkak pada 2026, Tembus Rp 749,2 Triliun
ILUSTRASI. Obligasi Negara/SUN (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Beban utang jatuh tempo pemerintah pada 2026 diproyeksikan meningkat signifikan, bila dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan data yang dihimpun KONTAN, total surat utang negara (SUN) yang akan jatuh tempo sepanjang 2026 mencapai Rp 749,23 triliun, naik sekitar 24,3% dibandingkan 2025 yang sebesar Rp 602,84 triliun.

Jika ditinjau berdasarkan profil jatuh tempo, beban pembayaran utang pada 2026 tidak tersebar merata sepanjang tahun, melainkan terkonsentrasi pada beberapa bulan tertentu. Pada awal tahun, nilai utang yang jatuh tempo masih relatif rendah, yakni Rp 6,55 triliun pada Januari, Rp 44,10 triliun pada Februari, dan Rp 24,35 triliun pada Maret.

Baca Juga: S&P Beri Rating BBB, Bank Indonesia Nilai Kepercayaan Investor Tetap Terjaga

Memasuki April, nilai jatuh tempo melonjak tajam menjadi Rp 138,95 triliun, atau lebih dari sebelas kali lipat dibandingkan April 2025 yang hanya sebesar Rp 12,17 triliun. Setelah itu, beban pembayaran kembali menurun pada Mei menjadi Rp 5,50 triliun dan Juni sebesar Rp 6,45 triliun.

Namun, tekanan pembayaran mencapai puncaknya pada Juli 2026 dengan nilai utang jatuh tempo sebesar Rp 194,51 triliun. Angka tersebut menjadi yang terbesar sepanjang tahun dan meningkat hampir 20 kali lipat dibandingkan Juli 2025 yang hanya mencapai Rp 9,65 triliun.

Pada paruh kedua tahun, utang yang jatuh tempo tercatat sebesar Rp 29,27 triliun pada Agustus, sebelum kembali melonjak menjadi Rp 165,87 triliun pada September. Selanjutnya, nilai jatuh tempo turun menjadi Rp 29,13 triliun pada Oktober dan Rp 24,31 triliun pada November, kemudian kembali meningkat menjadi Rp 80,24 triliun pada Desember.

Sebagai perbandingan, profil jatuh tempo pada 2025 lebih banyak terkonsentrasi pada pertengahan tahun. Nilai utang yang jatuh tempo terbesar terjadi pada Agustus sebesar Rp 177,50 triliun, disusul Juni sebesar Rp 147,66 triliun dan Oktober sebesar Rp 102,12 triliun.

Sementara itu, beban jatuh tempo pada 2027 diperkirakan mulai menurun menjadi Rp 672,29 triliun. Meski demikian, beberapa bulan masih mencatat nilai yang cukup besar, antara lain April sebesar Rp 127,01 triliun, Mei Rp 120,43 triliun, Desember Rp 112,39 triliun, dan Januari Rp 104,44 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×