kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Viral Soal Sumber Air AMDK, Begini Kata BPKN dan Ketua DPD


Kamis, 30 Oktober 2025 / 12:35 WIB
 Viral Soal Sumber Air AMDK, Begini Kata BPKN dan Ketua DPD
ILUSTRASI. Kepala Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), Mufti Mubarok.


Reporter: Ahmad Febrian, Arif Ferdianto | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Beberapa hari terakhir, viral video sidak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ke sebuah pabrik air minum dalam kemasan di Subang, Jawa Barat. Dalam video yang beredar luas itu, Dedi tampak terkejut ketika mengetahui sumber air perusahaan tersebut berasal dari akuifer, atau lapisan tanah dalam. Jadi bukan dari mata air di permukaan.

Video itu memicu berbagai komentar di media sosial. Ada yang menganggapnya wajar, tapi tak sedikit pula yang menilai sidak tersebut menimbulkan salah paham soal definisi "air pegunungan”.

Ketua DPD, Sultan Bachtiar Najamudin mengingatkan para kepala daerah agar lebih bijak dalam melakukan sidak ke perusahaan. Menurutnya, niat untuk mengawasi sebenarnya baik, tapi cara penyampaian perlu hati-hati agar tidak menimbulkan efek yang kontraproduktif.

“Pengawasan bagus dan efektif, tapi tidak perlu digembar-gemborkan sehingga menimbulkan ekses yang kontraproduktif terhadap iklim investasi,” kata Sultan, dalam keterangannya, Rabu (29/10). 

Ia menilai, viralnya aksi sidak justru bisa mengganggu kepercayaan investor dan menciptakan suasana yang tidak kondusif bagi dunia usaha. “Stabilitas ekonomi dan investasi sangat bergantung pada suasana yang tenang dan produktif,” ujarnya.

Baca Juga: BPKN Ungkap Hasil Klarifikasi Polemik Sumber Air Aqua dari Sumur Bor

Sementara itu, Guru Besar Teknologi Geologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Heru Hendrayana menjelaskan air dari akuifer justru memiliki kualitas tinggi. “Air tanah dalam ini terlindungi secara alami, sehingga aman untuk dikonsumsi dan tidak terpengaruh aktivitas manusia di permukaan,” klaimnya.

Sementara Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) mengaku telah mengantongi penjelasan dari manajemen PT Tirta Investama, produsen Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Aqua.

Kepala BPKN, Mufti Mubarok menyebut bahwa produsen Aqua menekankan, sumber air yang saat ini banyak mendapat sorotan memanglah berasal dari air pegunungan. Hanya saja, prosesnya didapatkan melaleuca pengeboran sumur

"Kami sudah mendapat penjelasan yang cukup ilmiah dan jelas bahwa memang air pegunungan yang diambil dari proses bor kan gitu, itu clear," ujar Mufti saat ditemui di Kantor BPKN, Jakarta Pusat, Selasa (28/10/2025).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×