kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.638.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.766   5,00   0,03%
  • IDX 6.441   -21,27   -0,33%
  • KOMPAS100 842   -10,21   -1,20%
  • LQ45 640   -8,13   -1,25%
  • ISSI 225   0,94   0,42%
  • IDX30 356   -4,01   -1,11%
  • IDXHIDIV20 444   -5,92   -1,32%
  • IDX80 96   -1,24   -1,27%
  • IDXV30 122   -2,51   -2,02%
  • IDXQ30 115   -1,38   -1,19%

UU omnibus law ditarget rampung 100 hari setelah masuk ke DPR


Rabu, 15 Januari 2020 / 19:11 WIB
ILUSTRASI. Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww.


Reporter: | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Undang Undang (UU) Omnibus Law ditargetkan akan rampung 100 hari setelah masuk ke DPR. Hal itu sebelumnya telah dilakukan pembicaraan antara pemerintah dengan sejumlah partai politik. Partai politik pun diungkapkan memberikan dukungan dalam perumusan.

"Partai - partai memberikan support dan dukungan dan kita juga mempunyai schedule," ujar Sekretaris Kabinet Pramono Anung usai rapat terbatas di Kantor Presiden, Rabu (15/1).

Baca Juga: Omnibus law bisa ambil lahan tak produktif

Asal tahu saja, sebelumnya pemerintah mengusulkan 2 RUU Omnibus Law. Pertama terkait reformasi perpajakan dan kedua terkait cipta lapangan kerja.

Keduanya dilakukan secara paralel pembahasan di DPR. Pramono bilang perpajakan akan lebih mudah karena berkaitan dengan kemudahan pajak. "Yang berkaitan dengan cipta lapangan kerja perlu pembahasan mendalam," terang Pramono.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bilang terdapat 1.244 pasal dari 79 UU yang akan direvisi dalam omnibus law cipta lapangan kerja. Angka tersebut ia bilang masih bisa berkembang lagi.

Baca Juga: Jokowi: Anggaran pemerintah untuk pembangunan ibu kota tak lebih Rp 100 triliun

Meski begitu Airlangga bilang omnibus law cipta lapangan kerja diharapkan dapat menjadi pendorong ekonomi Indonesia. Saat ini dengan pertumbuhan 5%, Indonesia bisa menghasilkan lapangan kerja sebanyak 2 juta per tahun. "Jumlah angkatan kerja kita berjumlah 133,56 juta, yang bekerja adalah 126 juta," jelas Airlangga.

Sementara pertumbuhan ekonomi sebesar 1% diperkirakan dapat menyerap 400.000 angkatan kerja. Guna mencapai hal itu membutuhkan investasi hingga Rp 800 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×