kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   -17.000   -0,65%
  • USD/IDR 17.988   -10,00   -0,06%
  • IDX 6.122   -26,16   -0,43%
  • KOMPAS100 793   -5,23   -0,65%
  • LQ45 608   -3,65   -0,60%
  • ISSI 212   -0,09   -0,04%
  • IDX30 337   -1,94   -0,57%
  • IDXHIDIV20 427   -0,46   -0,11%
  • IDX80 91   -0,65   -0,71%
  • IDXV30 115   -0,40   -0,35%
  • IDXQ30 110   -0,10   -0,09%

Omnibus law bisa ambil lahan tak produktif


Rabu, 15 Januari 2020 / 19:04 WIB
ILUSTRASI. Menteri ESDM Arifin Tasrif. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/aww.


Reporter: | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Undang Undang (UU) Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja bisa ambil alih lahan tak produktif.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif. Arifin bilang pemerintah bisa mengambil lahan yang tidak dimanfaatkan. "Lahan yang diberi izin tapi tidak dimanfaatkan akan diatur supaya bisa diambil alih pemerintah," ujar Arifin usai rapat terbatas di Kantor Presiden, Rabu (15/1).

Baca Juga: Jokowi: Anggaran pemerintah untuk pembangunan ibu kota tak lebih Rp 100 triliun

Lahan tersebut baik untuk lahan tambang mau pun lahan kawasan hutan. Sehingga lahan yang telah memiliki izin harus menjadi lahan yang produktif.

Pemerintah akan mengambil alih lahan tersebut untuk pencadangan. Nantinya lahan tersebut bisa untuk lahan produktif mau pun lahan lainnya. "Untuk diolah lagi jadi lahan produktif atau bisa jadi lahan lain," terang Arifin.

Baca Juga: DPR dukung upaya pemerintah perangi mafia migas

Selain itu, omnibus law juga akan mempermudah investasi masuk dan membuka lapangan pekerjaan. Hal itu dengan permudahan perizinan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×