kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Omnibus law bisa ambil lahan tak produktif


Rabu, 15 Januari 2020 / 19:04 WIB
ILUSTRASI. Menteri ESDM Arifin Tasrif. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/aww.


Reporter: Abdul Basith | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Undang Undang (UU) Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja bisa ambil alih lahan tak produktif.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif. Arifin bilang pemerintah bisa mengambil lahan yang tidak dimanfaatkan. "Lahan yang diberi izin tapi tidak dimanfaatkan akan diatur supaya bisa diambil alih pemerintah," ujar Arifin usai rapat terbatas di Kantor Presiden, Rabu (15/1).

Baca Juga: Jokowi: Anggaran pemerintah untuk pembangunan ibu kota tak lebih Rp 100 triliun

Lahan tersebut baik untuk lahan tambang mau pun lahan kawasan hutan. Sehingga lahan yang telah memiliki izin harus menjadi lahan yang produktif.

Pemerintah akan mengambil alih lahan tersebut untuk pencadangan. Nantinya lahan tersebut bisa untuk lahan produktif mau pun lahan lainnya. "Untuk diolah lagi jadi lahan produktif atau bisa jadi lahan lain," terang Arifin.

Baca Juga: DPR dukung upaya pemerintah perangi mafia migas

Selain itu, omnibus law juga akan mempermudah investasi masuk dan membuka lapangan pekerjaan. Hal itu dengan permudahan perizinan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×