Reporter: Siti Masitoh | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) melaporkan, posisi Utang Luar Negeri (ULN) swasta masih melanjutkan kontraksi.
Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mencatat, ULN swasta pada April 2026 tercatat sebesar US$ 193,2 miliar, atau secara tahunan mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 0,7% year on year (yoy), meski lebih rendah dibandingkan kontraksi bulan sebelumnya sebesar 1,4% yoy.
“Perkembangan tersebut terutama didorong oleh ULN kelompok peminjam lembaga keuangan (financial corporations),” tutur Denny dalam keterangannya, Rabu (15/7/2026).
Baca Juga: Pengusaha Bersiap! Pemerintah Naikkan Tarif Pendaftaran Merek Hingga 56%
Adapun ULN kelompok peminjam lembaga keuangan secara tahunan mencatatkan kontraksi sebesar 5,0% yoy, lebih rendah dibandingkan dengan kontraksi pada Maret 2026 sebesar 6,3% (yoy).
Berdasarkan sektor ekonomi, ULN swasta terbesar berasal dari Sektor Industri Pengolahan, Jasa Keuangan dan Asuransi Pengadaan Listrik dan Gas, serta Pertambangan dan Penggalian, dengan pangsa mencapai 79,6% dari total ULN swasta.
ULN swasta tetap didominasi oleh utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 75,8% terhadap total ULN swasta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














