kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.410   65,94   1,04%
  • KOMPAS100 845   12,09   1,45%
  • LQ45 640   9,44   1,50%
  • ISSI 222   2,82   1,29%
  • IDX30 359   5,14   1,45%
  • IDXHIDIV20 438   4,81   1,11%
  • IDX80 96   1,44   1,52%
  • IDXV30 120   0,97   0,81%
  • IDXQ30 114   1,39   1,23%

Utang luar negeri swasta naik 10,8% menjadi US$ 193,1 miliar di Januari 2019


Jumat, 15 Maret 2019 / 17:42 WIB


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) melaporkan utang luar negeri (ULN) swasta di akhir Januari 2019 melonjak 10,8% year on year (yoy) dari US$ 174,2 miliar di Januari 2018 menjadi US$ 193,1 miliar.

Bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya, posisi ULN swasta juga mengalami peningkatan sebesar 0,9%. Pada Desember 2018, tercatat posisi ULN swasta sebesar US$ 191,6 miliar.

BI dalam publikasi Statistik Utang Luar Negeri Indonesia (SULNI) mengatakan, meski ULN swasta meningkat di Januari ini tetapi pertumbuhannya menunjukkan perlambatan dibandingkan pertumbuhan sebelumnya yang sebesar 11,5% (yoy).

"Perlambatan tersebut terutama disebabkan oleh pertumbuhan ULN sektor industri pengolahan dan sektor jasa keuangan dan asuransi yang melambat," tulis BI, Jumat (15/3).

Bila melihat posisi utang luar negeri swasta menurut sektor ekonomi, ULN swasta dari sektor jasa keuangan asuransi tercatat sebesar US$ 46,4 miliar, sektor industri pengolahan sebesar US$ 36,5 miliar, sektor pertambangan US$ 29,1 miliar dan sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas (LGA) sebesar US$ 30,97 miliar.

BI mengatakan, keempat sektor tersebut berkontribusi sebesar 74% terhadap total ULN swasta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×