kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.738.000   -32.000   -1,16%
  • USD/IDR 18.046   -27,00   -0,15%
  • IDX 5.595   -245,02   -4,20%
  • KOMPAS100 736   -35,18   -4,56%
  • LQ45 558   -23,17   -3,99%
  • ISSI 195   -8,81   -4,33%
  • IDX30 316   -12,58   -3,83%
  • IDXHIDIV20 392   -14,84   -3,65%
  • IDX80 84   -3,56   -4,08%
  • IDXV30 107   -4,76   -4,28%
  • IDXQ30 102   -3,95   -3,72%

Utang luar negeri swasta naik 10,8% menjadi US$ 193,1 miliar di Januari 2019


Jumat, 15 Maret 2019 / 17:42 WIB


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) melaporkan utang luar negeri (ULN) swasta di akhir Januari 2019 melonjak 10,8% year on year (yoy) dari US$ 174,2 miliar di Januari 2018 menjadi US$ 193,1 miliar.

Bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya, posisi ULN swasta juga mengalami peningkatan sebesar 0,9%. Pada Desember 2018, tercatat posisi ULN swasta sebesar US$ 191,6 miliar.

BI dalam publikasi Statistik Utang Luar Negeri Indonesia (SULNI) mengatakan, meski ULN swasta meningkat di Januari ini tetapi pertumbuhannya menunjukkan perlambatan dibandingkan pertumbuhan sebelumnya yang sebesar 11,5% (yoy).

"Perlambatan tersebut terutama disebabkan oleh pertumbuhan ULN sektor industri pengolahan dan sektor jasa keuangan dan asuransi yang melambat," tulis BI, Jumat (15/3).

Bila melihat posisi utang luar negeri swasta menurut sektor ekonomi, ULN swasta dari sektor jasa keuangan asuransi tercatat sebesar US$ 46,4 miliar, sektor industri pengolahan sebesar US$ 36,5 miliar, sektor pertambangan US$ 29,1 miliar dan sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas (LGA) sebesar US$ 30,97 miliar.

BI mengatakan, keempat sektor tersebut berkontribusi sebesar 74% terhadap total ULN swasta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×