kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Utang luar negeri swasta naik 10,8% menjadi US$ 193,1 miliar di Januari 2019


Jumat, 15 Maret 2019 / 17:42 WIB


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) melaporkan utang luar negeri (ULN) swasta di akhir Januari 2019 melonjak 10,8% year on year (yoy) dari US$ 174,2 miliar di Januari 2018 menjadi US$ 193,1 miliar.

Bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya, posisi ULN swasta juga mengalami peningkatan sebesar 0,9%. Pada Desember 2018, tercatat posisi ULN swasta sebesar US$ 191,6 miliar.

BI dalam publikasi Statistik Utang Luar Negeri Indonesia (SULNI) mengatakan, meski ULN swasta meningkat di Januari ini tetapi pertumbuhannya menunjukkan perlambatan dibandingkan pertumbuhan sebelumnya yang sebesar 11,5% (yoy).

"Perlambatan tersebut terutama disebabkan oleh pertumbuhan ULN sektor industri pengolahan dan sektor jasa keuangan dan asuransi yang melambat," tulis BI, Jumat (15/3).

Bila melihat posisi utang luar negeri swasta menurut sektor ekonomi, ULN swasta dari sektor jasa keuangan asuransi tercatat sebesar US$ 46,4 miliar, sektor industri pengolahan sebesar US$ 36,5 miliar, sektor pertambangan US$ 29,1 miliar dan sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas (LGA) sebesar US$ 30,97 miliar.

BI mengatakan, keempat sektor tersebut berkontribusi sebesar 74% terhadap total ULN swasta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×