kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.765.000   -24.000   -0,86%
  • USD/IDR 17.676   -60,00   -0,34%
  • IDX 6.319   -52,18   -0,82%
  • KOMPAS100 832   -10,94   -1,30%
  • LQ45 631   -4,14   -0,65%
  • ISSI 225   -2,77   -1,22%
  • IDX30 360   -1,39   -0,38%
  • IDXHIDIV20 449   1,48   0,33%
  • IDX80 96   -1,08   -1,12%
  • IDXV30 124   -0,84   -0,68%
  • IDXQ30 118   0,53   0,46%

Utang luar negeri swasta meningkat 0,2% pada kuartal III 2021


Senin, 15 November 2021 / 12:31 WIB
ILUSTRASI. Pajak Obligasi. Utang luar negeri swasta meningkat 0,2% pada kuartal III 2021


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Posisi Utang Luar Negeri (ULN) swasta tercatat meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya. ULN swasta pada  kuartal III 2021 tercatat tumbuh sebesar 0,2% year on year (yoy) atau US$ 208,5 miliar, setelah pada periode sebelumnya mengalami kontraksi 0,3% yoy.

“Dengan perkembangan tersebut, maka posisi ULN swasta pada triwulan III 2021 tercatat sebesar US$ 208,5 miliar,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono dalam keterangan resminya, Selasa (15/11).

Erwin Haryono mengatakan, pertumbuhan ULN swasta tersebut disebabkan oleh pertumbuhan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan sebesar 1,0% yoy, melambat dari 1,6% yoy pada triwulan II 2021.

Baca Juga: Saat ini jumlah piutang yang diurus PUPN sebanyak 50.769 berkas kasus

Sementara itu, pertumbuhan ULN lembaga keuangan mengalami kontraksi sebesar 2,7% yoy lebih rendah dari kontraksi kuartal sebelumnya sebesar 6,9% yoy.

Berdasarkan sektornya, ULN swasta terbesar bersumber dari sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas, dan udara dingin, sektor pertambangan dan penggalian, serta sektor industri pengolahan, dengan pangsa mencapai 76,4% dari total ULN swasta.

ULN tersebut masih didominasi oleh ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 76,1% terhadap total ULN swasta.

Sebagai informasi, posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir kuartal III 2021 tercatat sebesar tumbuh 3,7% yoy atau US$ 423,1 miliar  setara dengan Rp 6.008 triliun. Posisi utang ini lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada kuartal sebelumnya yakni sebesar 2,0% yoy.

Selanjutnya: Asosiasi kurator dukung penyelesaian utang Garuda lewat pengadilan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×