kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.690.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.410   65,94   1,04%
  • KOMPAS100 845   12,09   1,45%
  • LQ45 640   9,44   1,50%
  • ISSI 222   2,82   1,29%
  • IDX30 359   5,14   1,45%
  • IDXHIDIV20 438   4,81   1,11%
  • IDX80 96   1,44   1,52%
  • IDXV30 120   0,97   0,81%
  • IDXQ30 114   1,39   1,23%

Utang luar negeri Indonesia berpotensi membengkak karena Covid-19


Jumat, 15 Mei 2020 / 17:18 WIB
ILUSTRASI. Obligasi


Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Noverius Laoli

Selain itu pengelolaan Utang harus prudent dengan alokasi dan realokasi anggaran bersumber dari utang yang tepat guna, tepat waktu, tepat prioritas dan tepat sasaran. Dus prinsip efisiensi dan efektivitas harus menjadi dasar utama pengelolaan utang pemerintah.

Di sisi lain, Ryan bilang agar porsi utang pemerintah masih bisa terjaga, tak kalah pentingnya adalah upaya atau strategi pemerintah untuk bisa menjaga tingkat penerimaan, sehingga mampu memenuhi kewajiban saat utang jatuh tempo atau saat pembayaran angsuran utang tersebut.

Baca Juga: Diplomat top Eropa ingin penyelidikan independen atas asal-usul virus corona

“Intinya, harus ada keseimbangan yg baik dan stabil antara sisi belanja bersumber dari utang dengan sisi penerimaan sehingga defisit APBN tidak melebar, tetapi sesuai dengan yang sdh dipatok oleh pemerintah,” ujar rian.

Ekonom Universitas Perbanas Piter Abdullah menambahkan dalam posisi krisis, penambahan utang, termasuk ULN adalah hal yang wajar. asalkan penambahan utang tersebut nantinya bisa efektif menyelamatkan perekonomian dalam negeri.

”Sehingga, bisa meningkatkan daya tahan korporasi kita sehingga nantinya bisa cepat melakukan recovery,” ujar dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×