kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Utang luar negeri Indonesia naik tipis ke US$ 415,7 miliar pada akhir Juli 2021


Rabu, 15 September 2021 / 11:12 WIB
ILUSTRASI. Utang luar negeri Indonesia pada akhir Juli 2021 tumbuh 1,7% yoy.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada akhir Juli 2021 naik tipis dari posisi akhir Juni 2021. Bank Indonesia (BI) mencatat, posisi ULN Indonesia pada akhir Juli 2021 sebesar US$ 415,7 miliar atau naik tipis dari US$ 415,62 miliar pada bulan sebelumnya. 

Dengan posisi ULN tersebut, berarti ULN Indonesia pada akhir Juli 2021 tumbuh 1,7% yoy. Hanya, Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menyebut, pertumbuhannya melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 2,0% yoy. 

“Perkembangan tersebut disebabkan oleh perlambatan pertumbuhan ULN pemerintah,” ujar Erwin dalam laporannya, Rabu (15/9). 

Baca Juga: Kurangi utang dan perbaiki neraca keuangan, BUMN mengebut divestasi jalan tol

Erwin merinci, ULN pemerintah pada akhir Juli 2021 tercatat US$ 205,9 miliar atau naik dari US$ 205,03 miliar pada akhir Juni 2021. Angka tersebut naik tumbuh 3,5% yoy, melambat dari pertumbuhan bulan sebelumnya yang mencapai 4,3% yoy. 

Perkembangan ini disebabkan oleh penurunan posisi Surat Berharga Negara (SBN) domestik dan pembayaran neto pinjaman bilateral, di tengah penarikan pinjaman luar negeri untuk mendukung penanganan dampak pandemi Covid-19.

Sesuai strategi pembiayaan yang telah ditetapkan, pemerintah juga menerbitkan SBN dalam dua mata uang asing (dual-currency) yaitu dolar AS dan euro pada bulan Juli 2021. Penerbitan utang ini untuk memenuhi pembiayaan APBN secara umum, termasuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Baca Juga: DPR dan pemerintah sepakat pembayaran cicilan pokok utang Rp 84,83 triliun di 2022

Sementara itu, ULN swasta tercatat US$ 206,98 miliar, turun dari US$ 207,76 miliar pada bulan Juni 2021. Hanya, pertumbuhannya tercatat 0,1% yoy, atau lebih tinggi dari kontraksi 0,2% yoy pada bulan sebelumnya. 

Pertumbuhan ULN swasta tersebut disebabkan oleh pertumbuhan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan sebesar 1,5% yoy, meski melambat dari 1,7% yoy pada bulan sebelumnya. Sementara itu, pertumbuhan ULN lembaga keuangan turun 5,1% yoy, lebih rendah dari kontraksi bulan sebelumnya sebesar 6,9% yoy.

Baca Juga: Satgas BLBI tagih utang empat obligor dengan total nilai Rp 6,47 triliun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×