kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 17.931   3,00   0,02%
  • IDX 6.196   77,23   1,26%
  • KOMPAS100 798   9,28   1,18%
  • LQ45 610   7,06   1,17%
  • ISSI 217   3,68   1,73%
  • IDX30 340   3,89   1,16%
  • IDXHIDIV20 435   5,17   1,20%
  • IDX80 91   1,10   1,22%
  • IDXV30 118   1,80   1,55%
  • IDXQ30 111   1,02   0,93%

Utang luar negeri Indonesia di kuartal I 2020 mencapai US$ 389,3 miliar


Sabtu, 16 Mei 2020 / 09:00 WIB


Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Khomarul Hidayat

Sementara, pada akhir kuartal I-2020, ULN lembaga keuangan minus 2,3% yoy, berbalik arah dari kuartal sebelumnya yang tumbuh 3,6% yoy. ULN perusahaan bukan lembaga keuangan juga tumbuh melambat dari 7,6% yoy pada kuartal IV-2019 menjadi 6,7% yoy pada kuartal I-2020.

Beberapa sektor dengan pangsa ULN terbesar, yakni mencapai 77,7% dari total ULN swasta, adalah sektor jasa keuangan & asuransi, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas & udara dingin (LGA), sektor pertambangan & penggalian, dan sektor industri pengolahan.

Baca Juga: Krisis, cadangan devisa emas bank sentral makin gede

Dari sisi struktur ULN Indonesia, BI menilai tetap sehat, didukung dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.

Kondisi tersebut tercermin antara lain dari rasio ULN Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) pada akhir kuartal I-2020 sebesar 34,5%, turun dibandingkan dengan rasio pada triwulan sebelumnya sebesar 36,2%.

Di samping itu, struktur ULN Indonesia tetap didominasi oleh ULN berjangka panjang dengan pangsa 88,4% dari total ULN. Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan pemerintah terus meningkatkan koordinasi dalam memantau perkembangan ULN, didukung dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.

“Peran ULN juga akan terus dioptimalkan dalam menyokong pembiayaan pembangunan, dengan meminimalisasi risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian,” sebagaimana dikutip dalam keterang resmi BI, Jumat (15/5).

Baca Juga: Pemerintah urungkan rencana penerbitan pandemic bond, apa alternatifnya?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×