kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.030   144,36   2,45%
  • KOMPAS100 800   24,44   3,15%
  • LQ45 602   15,37   2,62%
  • ISSI 207   5,96   2,96%
  • IDX30 342   7,40   2,21%
  • IDXHIDIV20 421   7,31   1,77%
  • IDX80 90   2,54   2,89%
  • IDXV30 114   3,40   3,09%
  • IDXQ30 110   2,02   1,87%

Utang luar negeri Indonesia di kuartal I 2020 mencapai US$ 389,3 miliar


Sabtu, 16 Mei 2020 / 09:00 WIB


Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Khomarul Hidayat

Sementara, pada akhir kuartal I-2020, ULN lembaga keuangan minus 2,3% yoy, berbalik arah dari kuartal sebelumnya yang tumbuh 3,6% yoy. ULN perusahaan bukan lembaga keuangan juga tumbuh melambat dari 7,6% yoy pada kuartal IV-2019 menjadi 6,7% yoy pada kuartal I-2020.

Beberapa sektor dengan pangsa ULN terbesar, yakni mencapai 77,7% dari total ULN swasta, adalah sektor jasa keuangan & asuransi, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas & udara dingin (LGA), sektor pertambangan & penggalian, dan sektor industri pengolahan.

Baca Juga: Krisis, cadangan devisa emas bank sentral makin gede

Dari sisi struktur ULN Indonesia, BI menilai tetap sehat, didukung dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.

Kondisi tersebut tercermin antara lain dari rasio ULN Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) pada akhir kuartal I-2020 sebesar 34,5%, turun dibandingkan dengan rasio pada triwulan sebelumnya sebesar 36,2%.

Di samping itu, struktur ULN Indonesia tetap didominasi oleh ULN berjangka panjang dengan pangsa 88,4% dari total ULN. Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan pemerintah terus meningkatkan koordinasi dalam memantau perkembangan ULN, didukung dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.

“Peran ULN juga akan terus dioptimalkan dalam menyokong pembiayaan pembangunan, dengan meminimalisasi risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian,” sebagaimana dikutip dalam keterang resmi BI, Jumat (15/5).

Baca Juga: Pemerintah urungkan rencana penerbitan pandemic bond, apa alternatifnya?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×