kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.410   65,94   1,04%
  • KOMPAS100 845   12,09   1,45%
  • LQ45 640   9,44   1,50%
  • ISSI 222   2,82   1,29%
  • IDX30 359   5,14   1,45%
  • IDXHIDIV20 438   4,81   1,11%
  • IDX80 96   1,44   1,52%
  • IDXV30 120   0,97   0,81%
  • IDXQ30 114   1,39   1,23%

Usai ke Korsel, dirancang dua kerja sama industri


Minggu, 22 Mei 2016 / 11:14 WIB


Reporter: Muhammad Yazid | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan (Korsel) menandatangani tujuh kesepakatan kerja sama saat kunjungan kenegaraan Presiden Joko Widodo ke negeri Gingseng tersebut.

Hal ini dikatakan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam konferensi pers usai mendarat di Badan Udara Halim Perdanakusuma Jakarta pada Sabtu (21/5).

Retno mengatakan, dalam pertemuan dengan Presiden Korea Selatan Park Geun-hye ditandatangani tujuh kesepatan kerja sama antar kedua ke negara. "Yakni di bidang kemaritiman, industri kreatif, olahraga, geospasial, pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK), restorasi lahan gambut, serta upaya pemberantasan korupsi," kata Retno.

Menurut Retno, Korea Selatan merupakan salah satu mitra utama utama Indonesia di khususnya dalam perdagangan dan investasi. Sebab itu, akan ada dua kerja sama yang akan dibahas bersama dalam waktu dekat.

"Akan ditambahkan untuk diprioritaskan, yaitu kerja sama dalam rangka akselerasi industrialisasi dan pengembangan industri kreatif," ujar dia.

Lawatan Jokowi ke Kota Seoul, Korea Selatan berlangsung sejak Senin (16/5) hingga Rabu (18/5). Usai mengunjungi negeri Gingseng tersebut, Jokowi dan Rombongan melanjutkan kunjungan kenegaraan ke Rusia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×