kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   20.000   0,78%
  • USD/IDR 17.918   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.094   62,48   1,04%
  • KOMPAS100 785   10,40   1,34%
  • LQ45 602   8,03   1,35%
  • ISSI 213   1,61   0,76%
  • IDX30 334   4,21   1,27%
  • IDXHIDIV20 427   4,86   1,15%
  • IDX80 90   1,14   1,28%
  • IDXV30 117   0,96   0,83%
  • IDXQ30 109   1,31   1,21%

Usai ke Korsel, dirancang dua kerja sama industri


Minggu, 22 Mei 2016 / 11:14 WIB


Reporter: Muhammad Yazid | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan (Korsel) menandatangani tujuh kesepakatan kerja sama saat kunjungan kenegaraan Presiden Joko Widodo ke negeri Gingseng tersebut.

Hal ini dikatakan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam konferensi pers usai mendarat di Badan Udara Halim Perdanakusuma Jakarta pada Sabtu (21/5).

Retno mengatakan, dalam pertemuan dengan Presiden Korea Selatan Park Geun-hye ditandatangani tujuh kesepatan kerja sama antar kedua ke negara. "Yakni di bidang kemaritiman, industri kreatif, olahraga, geospasial, pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK), restorasi lahan gambut, serta upaya pemberantasan korupsi," kata Retno.

Menurut Retno, Korea Selatan merupakan salah satu mitra utama utama Indonesia di khususnya dalam perdagangan dan investasi. Sebab itu, akan ada dua kerja sama yang akan dibahas bersama dalam waktu dekat.

"Akan ditambahkan untuk diprioritaskan, yaitu kerja sama dalam rangka akselerasi industrialisasi dan pengembangan industri kreatif," ujar dia.

Lawatan Jokowi ke Kota Seoul, Korea Selatan berlangsung sejak Senin (16/5) hingga Rabu (18/5). Usai mengunjungi negeri Gingseng tersebut, Jokowi dan Rombongan melanjutkan kunjungan kenegaraan ke Rusia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×